UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., meninjau Pameran Daur Ulang Sampah yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Podium Lapangan Merdeka Bone, Minggu (7/6/2026).
Pameran yang berlangsung selama tiga hari, sejak 5 hingga 7 Juni 2026 tersebut menampilkan berbagai produk hasil inovasi daur ulang dan pengolahan limbah dari 34 sekolah peraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten di Kabupaten Bone. Selain itu, Bank Sampah Induk dan Bank Sampah Aisyah turut ambil bagian dengan memamerkan produk hasil pengolahan sampah.
Dalam kunjungannya, Bupati Bone didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Bone Hj. Andi Tenriawaru, S.P., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bone Dray Vibrianto, S.IP., M.Si., serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Bone Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si.
Bupati Andi Asman mengaku terkesan dengan kreativitas dan inovasi yang ditampilkan para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
“Pameran Adiwiyata dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini memperlihatkan bahwa sekolah-sekolah di Bone memiliki inovasi yang luar biasa. Dari booth yang ada, mulai dari SD, SMP hingga SMA mampu melahirkan berbagai produk dari limbah maupun sampah,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah inovasi yang dipamerkan memiliki manfaat besar bagi masyarakat, termasuk pengolahan limbah cair menjadi pupuk organik cair dan berbagai produk ramah lingkungan lainnya.
“Ada olahan limbah ikan yang bisa menjadi pupuk cair. Ini salah satu hal yang harus kita kembangkan karena dari laboratorium sekolah tersebut bisa kita tularkan dan edukasikan kepada masyarakat. Melalui pendidikan sejak dini, anak-anak memahami bahwa sampah memiliki nilai dan harga,” katanya.
Bupati juga menilai berbagai karya yang dihasilkan para siswa memiliki potensi untuk berkembang menjadi inovasi daerah jika mendapatkan penguatan dan pendampingan yang berkelanjutan.
“Dengan berbagai karya yang ditemukan dan dihasilkan putra-putri kita sejak SD, SMP hingga SMA, ke depan bisa menjadi salah satu inovasi daerah. Tinggal bagaimana kita melakukan penguatan dan pengembangannya,” tambahnya.
Beragam produk yang dipamerkan antara lain kursi dari ban bekas, pupuk organik cair, briket, eco enzyme, media tanam ramah lingkungan, sabun dari minyak jelantah, pestisida nabati, ecoprint, bahan bakar dari sampah plastik, hingga berbagai kerajinan tangan berbahan limbah dan hasil daur ulang.
Pameran ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Bone sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomis serta ramah lingkungan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi