UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan Ground Breaking Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Bengo di Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, unsur Tripika Kecamatan Bengo, serta sejumlah tamu undangan.
Rehabilitasi DI Bengo merupakan bagian dari program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat infrastruktur pengairan dan mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel juga telah melakukan Ground Breaking Paket 4 MYP di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, pada 27 April 2026. Paket tersebut mencakup wilayah Luwu Raya dengan alokasi anggaran Rp120 miliar untuk peningkatan jaringan irigasi seluas 13 ribu hektare.
Dalam sambutannya, Andi Sudirman menegaskan bahwa rehabilitasi DI Bengo menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui perbaikan jaringan irigasi yang selama ini menjadi tulang punggung pertanian masyarakat.
“Bismillah, hari ini bersama Bupati Bone, Bapak Andi Asman Sulaiman, kami melakukan Ground Breaking Rehabilitasi Daerah Irigasi Bengo, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proyek tersebut masuk dalam Paket 2 MYP rehabilitasi jaringan irigasi yang mencakup Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo dengan total anggaran mencapai Rp268,9 miliar.
Khusus Kabupaten Bone, Pemprov Sulsel mengalokasikan sekitar Rp118 miliar untuk merehabilitasi delapan daerah irigasi, yakni DI Unyi, DI Lanca, DI Jaling, DI Salomekko, DI Waru-Waru, DI Bengo, DI Selli Coppobulu, dan DI Lalengrie.
Menurutnya, sebagian besar jaringan irigasi tersebut telah dibangun sejak era kolonial dan kini mengalami penurunan fungsi akibat kebocoran pada saluran utama. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian tidak lagi optimal.
“Karena itu, perbaikan difokuskan pada saluran utama agar suplai air ke lahan pertanian dapat lebih maksimal dan berkelanjutan,” jelasnya.
Khusus DI Bengo, rehabilitasi yang akan dilakukan diproyeksikan mampu mendukung pengairan sekitar 2.600 hektare lahan sawah yang menjadi salah satu sentra produksi pertanian di Kabupaten Bone.
Gubernur berharap proyek tersebut dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi petani, mulai dari peningkatan produktivitas hingga kesejahteraan masyarakat.
“Semoga rehabilitasi ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Selatan,” tutupnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi