Pengikut

Translate

,

Temui Kepala Basarnas RI, Gubernur Sulsel Usulkan Penguatan Pangkalan Basarnas Selayar Pascatenggelamnya KM Nurul Salsa

Tim Redaksi
22 Jul 2026, 7/22/2026 WIB Last Updated 2026-07-22T10:55:13Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,JAKARTA--Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan audiensi dengan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, di Kantor Basarnas RI, Jakarta, Rabu (22/7/2026).


Dalam pertemuan itu, Andi Sudirman didampingi Bupati Kepulauan Selayar Muh Natsir Ali dan Bupati Pangkep Muh Yusran Lalogau. Audiensi membahas perkembangan proses pencarian dan evakuasi korban tenggelamnya KM Nurul Salsa sekaligus langkah-langkah memperkuat sistem pencarian dan pertolongan di wilayah kepulauan Sulawesi Selatan.


"Kami melaporkan progres pencarian dan evakuasi korban kapal tenggelam KM Nurul Salsa. Kami juga mendorong agar upaya evakuasi terus dilanjutkan dengan melibatkan seluruh kekuatan Basarnas, TNI AL, Polri, dan pemerintah daerah," ujar Andi Sudirman.


Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga mengusulkan peningkatan kapasitas pangkalan Basarnas di Kabupaten Kepulauan Selayar. Usulan itu meliputi penambahan armada kapal, fast boat, serta personel yang bersiaga di wilayah kepulauan.


"Kami mengajukan peningkatan kapasitas pangkalan Basarnas di Pulau Selayar, termasuk penambahan armada kapal, fast boat, dan personel yang standby di Kabupaten Kepulauan Selayar," katanya.


Menurut Andi Sudirman, penguatan sarana dan personel Basarnas sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang kerap membahayakan aktivitas nelayan maupun pelayaran antarpulau.


"Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi memicu kecelakaan laut bagi nelayan dan kapal penyeberangan antarpulau," jelasnya.


Ia berharap usulan tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat mengingat tingginya potensi kecelakaan laut di kawasan kepulauan Sulawesi Selatan, terutama di Selayar, Pangkep, dan wilayah kepulauan lainnya.


"Semoga pertemuan ini menjadi perhatian nasional karena kejadian serupa masih cukup tinggi di wilayah kepulauan, khususnya Selayar, Pangkep, dan daerah lainnya di Sulawesi Selatan," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi