Pengikut

Translate

,

Wabup Bone Hadiri Rakor Menteri LH, Tegaskan Komitmen Dukung Pengelolaan Sampah Modern Berbasis Teknologi

Tim Redaksi
4 Agu 2026, 8/04/2026 WIB Last Updated 2026-08-05T05:45:00Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,MAKASSAR--Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, M.Si., di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (5/8/2026).


Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota dalam mempercepat penanganan persoalan sampah melalui pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.


Sebelum rapat dimulai, Menteri Lingkungan Hidup beserta rombongan disambut langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H. Andi Sudirman Sulaiman, S.T., didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi, S.E., M.M.


Agenda utama membahas progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Kota Makassar serta pengembangan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bernilai ekonomi.


Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjalankan kebijakan nasional terkait percepatan pengelolaan sampah.


"Persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan pola lama. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan seluruh kabupaten/kota agar penanganannya lebih terintegrasi, efektif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh kepala daerah di Sulawesi Selatan membangun sistem pengelolaan sampah yang berorientasi pada keberlanjutan sehingga sampah tidak lagi menjadi persoalan, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.


Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menekankan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama yang didukung seluruh pemerintah daerah. Menurutnya, teknologi PSEL dan RDF merupakan solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan akhir sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi dan bahan bakar alternatif.


"Kita harus mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah bukan semata-mata limbah yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi maupun bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomi," tegasnya.


Menteri juga meminta seluruh pemerintah daerah segera menyusun langkah-langkah strategis, mulai dari perencanaan, penguatan regulasi, hingga penyediaan dukungan teknis agar target nasional pengurangan sampah dapat tercapai.


Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Bone mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern melalui kolaborasi lintas sektor.


"Kami siap memperkuat sinergi dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk mendorong pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Harapannya, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar Andi Akmal.


Rapat koordinasi tersebut dihadiri para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung percepatan implementasi program pengelolaan sampah berbasis teknologi. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, diharapkan sistem pengelolaan sampah di Sulawesi Selatan semakin efektif, modern, dan berkelanjutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi