Pengikut

Translate

,

Seminar Internasional Gau Maraja Bone 2026, Wabup Andi Akmal Dorong “Tudang Sipulung” Jadi Ruang Kolaborasi untuk Masa Depan

Tim Redaksi
25 Sep 2026, 9/25/2026 WIB Last Updated 2026-09-26T05:49:23Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., membuka secara resmi Seminar Internasional Gau Maraja Bone 2026 di Aula Masjid Al-Markaz Al-Ma’arif, Kabupaten Bone, Sabtu (26/9/2026).


Seminar internasional ini merupakan bagian dari rangkaian Gau Maraja Bone 2026 dengan tema “Symphony of the Granary: Celebrating Food and Culture”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 26–27 September 2026.


Mengusung tema khusus “Peradaban Agraris Bone: Jejak Budaya dan Ketahanan Pangan Masa Depan”, seminar menjadi ruang pertemuan akademisi, peneliti, budayawan, pemerintah, praktisi, dan masyarakat untuk membahas pangan, kebudayaan, sejarah, pengetahuan lokal hingga peradaban agraris Bone.


Ketua Panitia Seminar Internasional Gau Maraja Bone 2026, Andi Ilham Samanlangi, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 301 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari kalangan akademisi, pemerintah, organisasi masyarakat dan kepemudaan, petani milenial, pelajar hingga mahasiswa.


Panitia menargetkan seminar menghasilkan prosiding atau book chapter, rekomendasi kebijakan, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah dan masyarakat agraris.


Dalam sambutannya, Wabup Bone Andi Akmal Pasluddin menekankan pentingnya seminar tersebut sebagai ruang silaturahmi sekaligus pertukaran pengetahuan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah mempertemukan pengalaman para perantau atau passompe dengan masyarakat dan generasi muda Bone.


Ia mengangkat filosofi “Tudang Sipulung”, tradisi Bugis yang dimaknai sebagai ruang untuk duduk bersama, bermusyawarah, bertukar pengalaman, memahami perbedaan, serta mencari solusi secara bersama-sama.


Menurut Andi Akmal, berbagai isu strategis seperti kebudayaan, pangan, teknologi, pengetahuan lokal, pengalaman perantau, pertanian, generasi muda, lingkungan, inovasi dan keberlanjutan perlu dibahas secara bersama.


“Pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Pengetahuan akademik, teknologi, pengalaman petani, kearifan leluhur, pemerintah, masyarakat dan para perantau perlu dipertemukan untuk melahirkan inovasi dan kreativitas,” ujarnya.


Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Bone, termasuk upaya pemerintah daerah menjaga daya beli masyarakat, memperkuat sektor pangan dan ekonomi masyarakat, serta mendorong pembangunan infrastruktur.


Andi Akmal menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata diukur dari panjang jalan maupun besarnya nilai anggaran. 


Lebih dari itu, pembangunan harus dilihat dari sejauh mana infrastruktur mampu memperkuat konektivitas masyarakat, petani, pelajar dan pelaku usaha.


Ketahanan Pangan dan Masa Depan Bone Ketahanan pangan juga menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan Bone. Potensi petani, nelayan, sumber daya alam, tradisi agraris dan pengetahuan lokal dinilai perlu dihubungkan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, investasi serta kreativitas generasi muda.


Wabup Bone juga mengajak para passompe Bone untuk melihat dirinya sebagai bagian dari ekosistem pengetahuan Bone. Pengalaman, jaringan dan keberhasilan yang diperoleh di daerah lain maupun luar negeri diharapkan dapat dibawa pulang dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat serta generasi muda.


“Momentum ini menjadi kesempatan untuk menulis halaman baru perjalanan daerah. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai dengan mengenang masa lalu, tetapi juga membawa pengalaman, pengetahuan dan visi untuk membangun masa depan,” katanya.


Di akhir sambutannya, Andi Akmal berharap Seminar Internasional Bersama PERWIRA-LPMT dalam rangkaian Gau Maraja Bone 2026 dapat menjadi “Tudang Sipulung” dalam wajah baru—tempat pengalaman bertemu pengetahuan, tradisi bertemu inovasi, serta masa lalu bertemu masa depan.


Ia berharap seminar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara pemerintah, akademisi, masyarakat, petani, perantau dan generasi muda untuk menghasilkan gagasan serta kerja nyata bagi masa depan Bone.


Hadirkan Narasumber dari Sejumlah Negara Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Koordinator Staf Ahli Menteri Pertanian Prof. Dr. Ir. H. A. Muhammad Syakir, MS., yang mewakili Menteri Pertanian; Kepala Pusdatin Kementerian Kebudayaan A. Syamsul Rijal, S.S., M.Hum.; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan Sinatria Danuhadiningrat, S.Si.; serta Ketua PERWIRA-LPMT Ir. Andi Muhammad Sapri Pamulu, Ph.D.


Seminar menghadirkan narasumber dari sejumlah negara, yakni Prof. Makoto Ito dari Jepang, Dr. Stephen C. Druce dari Inggris/Brunei, dan Prof. Ivic Carbon Esteban dari Filipina.


Sementara dari Indonesia hadir Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Prof. Dr. Ir. Iqbal, S.TP., M.Si., IPM., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Hasbir Paserangi, S.H., M.H., serta sejumlah akademisi dan peneliti dari BRIN dan Universitas Hasanuddin.


Seminar Internasional Gau Maraja Bone 2026 berlangsung hingga Minggu (27/9/2026), dengan agenda yang berfokus pada keterkaitan pangan, budaya, sejarah, pengetahuan lokal, dan masa depan peradaban agraris Bone.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi