,

Kolaborasi Strategis Komunitas Mediator Darah Makassar dan PMI Makassar: Mengedukasi Masyarakat demi Keamanan dan Ketersediaan Stok Darah Nasional

Tim Redaksi
25 Des 2025, 12/25/2025 WIB Last Updated 2025-12-25T11:07:43Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,MAKASSAR--Komunitas Mediator Darah Makassar (MDM) berkolaborasi dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Makassar sukses menyelenggarakan webinar edukatif bertajuk "Lets Talk Red : Apa yang Dibawa Darahmu Untuk Hidup Orang Lain" pada 21 Desember 2025. 


Kegiatan ini menarik perhatian luas dengan kehadiran lebih dari 100 peserta yang berasal dari Kota Makassar hingga berbagai daerah di Indonesia.


 Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Makassar memegang peranan strategis sebagai koordinator sub-regional untuk wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan klasifikasi "Utama". 


PMI Makassar masih menghadapi tantangan besar terkait pemenuhan stok darah. Di Kota Makassar sendiri, kebutuhan ideal mencapai 2.500 kantong per hari guna melayani permintaan rumah sakit lokal maupun pengiriman ke luar provinsi. 


Berdasarkan data tahun 2024, permintaan tertinggi datang dari pasien kategori penyakit dalam (Interna) dengan total serapan mencapai 26.345 kantong sepanjang tahun.


Sekretaris PMI Makassar, Drs.Khudri Arsyad M.I.Kom., menekankan bahwa kekurangan stok darah adalah isu nasional, di mana Indonesia masih membutuhkan sekitar 1,4 juta kantong darah tambahan per tahunnya. Dalam kegiatan ini, PMI Makassar juga memaparkan standar keamanan darah yang ketat sesuai Permenkes Nomor 91 Tahun 2015 dan sertifikasi CPOB.


 "Setiap darah yang masuk dipastikan melalui uji saring otomatis menggunakan teknologi Chemiluminescence Immunoassay (ChLIA) guna mendeteksi penyakit menular seperti HIV dan Hepatitis," ujarnya.


Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa hanya darah berkualitas tinggi dan aman yang akan disalurkan kepada pasien.


Ketua MDM, Rahmat Adriansyah Arlan, menjelaskan bahwa komunitasnya yang baru berusia satu tahun ini berkomitmen menjadi jembatan antara pendonor dan mereka yang membutuhkan. 


Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Kurniawan Pupungan berharap melalui edukasi ini, lebih banyak generasi muda yang tergerak untuk menjadi pendonor rutin. 


"Webinar ini membuktikan bahwa sinergi antara teknologi dan solidaritas komunitas merupakan solusi efektif untuk memperkuat pelayanan darah dan menyelamatkan lebih banyak nyawa," jelasnya.


Sebagai penutup, kegiatan webinar edukasi donor darah ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta.


Melalui pemaparan materi yang komprehensif dan diskusi interaktif, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya donor darah, manfaatnya bagi kesehatan pendonor maupun penerima, serta peran strategis donor darah dalam mendukung ketersediaan darah yang aman dan berkelanjutan.

 

Iklan