Dua Dekade Menjaga Keseimbangan Iman, Intelektual, dan Kepedulian Sosial
UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE-- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-20 pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lamellong Dinas Pendidikan Kabupaten Bone ini digelar secara khidmat dan sarat makna reflektif.
Mengangkat tema “Hablum minallah, Hablum minal alam, dan Hablum minannas”, peringatan harlah menjadi ruang perenungan atas perjalanan dua dekade PMII Komisariat UNIM Bone dalam menanamkan nilai keislaman, kemanusiaan, serta kepedulian terhadap alam.
Tema tersebut menegaskan orientasi gerakan PMII yang tidak hanya berfokus pada penguatan intelektual, tetapi juga pada keseimbangan spiritual dan sosial.
Suasana peringatan berlangsung penuh kekhusyukan dan kebersamaan.
Momentum harlah ke-20 ini dimaknai sebagai titik evaluasi perjalanan organisasi sekaligus penguatan arah gerak agar PMII tetap relevan dan berpijak pada nilai-nilai dasar di tengah dinamika zaman.
Ketua Komisariat PMII UNIM Bone, Jayadi Jahidin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana serta sahabat PMII atas ikhtiar kolektif yang telah menyukseskan peringatan harlah tersebut. Menurutnya, usia dua dekade merupakan fase penting dalam pendewasaan organisasi dan peneguhan nilai perjuangan.
“Dua puluh tahun bukan sekadar hitungan usia, tetapi jejak panjang kesadaran dan pengabdian. PMII Komisariat UNIM Bone harus terus menjaga keseimbangan antara kesadaran spiritual, kejernihan intelektual, dan pengabdian sosial sebagai ruh gerakan,” ujar Jayadi.
Ia juga menekankan tanggung jawab moral kader PMII, tidak hanya kepada organisasi, tetapi juga kepada masyarakat dan daerah, dengan menjadikan kearifan lokal Bugis sebagai landasan etis perjuangan.
“Dalam kearifan lokal Bugis dikenal nilai Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge—saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan. Nilai-nilai inilah yang harus terus hidup dalam setiap langkah perjuangan kader PMII UNIM Bone,” ungkapnya.
Menutup refleksinya, Jayadi Jahidin mengajak seluruh kader untuk tetap teguh dan bekerja keras dalam berproses.
“Resopa temmangingngi namalomo naletei pammase Dewata—hanya dengan kerja keras dan keteguhan hati, rahmat Allah akan menyertai perjuangan kita,” tutupnya.
Melalui peringatan harlah ke-20 ini, PMII Komisariat UNIM Bone meneguhkan komitmennya untuk terus menjadi ruang kaderisasi yang melahirkan insan intelektual berakhlak, berkesadaran sosial, serta berakar kuat pada nilai keislaman, keindonesiaan, dan kearifan lokal.

