UJUNGPENAMRDIA.COM,BONE--Pemerintah Kabupaten Bone menunjukkan kemajuan nyata dalam upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Melalui kebijakan terarah berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, ribuan anak kini terpetakan untuk kembali mendapatkan hak pendidikannya.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.Si menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak usia sekolah dapat mengakses pendidikan, baik formal maupun nonformal.
Berdasarkan data awal Dapodik, jumlah ATS di Bone sempat tercatat lebih dari 40 ribu anak. Namun setelah dilakukan validasi by name by address, angka tersebut menyusut signifikan menjadi sekitar 12.000 hingga 17.000 anak usia SD sampai SMA. ATS tersebar di semua jenjang pendidikan, dengan konsentrasi tertinggi berada di wilayah pedesaan dan kantong-kantong kemiskinan.
Menurut Bupati Andi Asman, sejumlah faktor utama penyebab anak tidak bersekolah antara lain keterbatasan ekonomi, tuntutan membantu orang tua bekerja, akses sekolah yang jauh, serta rendahnya motivasi melanjutkan pendidikan.
“Jika tidak ditangani secara serius, ini bisa berkembang menjadi persoalan sosial di kemudian hari,” ujar Andi Asman, Senin (9/2/2026).
Sebagai arah kebijakan, Pemkab Bone memprioritaskan pengembalian ATS ke layanan pendidikan formal dan nonformal dengan mengacu pada data Dapodik yang telah tervalidasi. Salah satu solusi yang dihadirkan adalah Sekolah Rakyat untuk menampung anak-anak dari keluarga miskin dan wilayah dengan akses pendidikan terbatas.
Langkah strategis juga dilakukan melalui Gerakan Lisu Massikola (Gerlimas) dengan penjangkauan aktif dari rumah ke rumah untuk mendorong anak kembali bersekolah atau mengikuti pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Pemerintah turut menyalurkan subsidi dan bantuan pendidikan berupa pembiayaan sekolah serta perlengkapan belajar. Jalur pendidikan nonformal seperti PKBM dan program Paket A, B, dan C juga dioptimalkan bagi anak-anak yang tidak memungkinkan kembali ke sekolah formal.
Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan dan desa, PKBM, serta berbagai mitra terkait.
“Pemutakhiran data Dapodik harus dilakukan secara berkelanjutan agar intervensi kita tepat sasaran,” tegas Bupati.
Dengan intervensi yang terfokus, berkelanjutan, dan kolaboratif, Pemkab Bone optimistis angka Anak Tidak Sekolah akan terus menurun sehingga seluruh anak memiliki kesempatan kembali ke bangku pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

