UJUNGPENAMEDIA.COM,MAKASSAR--Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya perdamaian dunia saat menerima kunjungan kehormatan Pejabat Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat, Peter M. Haymond, di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (27/3/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Peter M. Haymond didampingi oleh Christopher Green bersama rombongan.
Andi Sudirman menegaskan bahwa perdamaian merupakan fondasi utama bagi kemajuan bangsa-bangsa di dunia. Menurutnya, situasi yang damai akan menciptakan ruang bagi pembangunan berjalan optimal dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.
“Perdamaian adalah solusi bagi semua negara. Dengan situasi yang damai, pembangunan dapat berjalan optimal dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,” ujarnya.
Selain menyampaikan pesan perdamaian, pertemuan tersebut juga membahas berbagai program strategis nasional yang tengah berjalan di Sulawesi Selatan, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, konektivitas terintegrasi, hingga program pemenuhan gizi anak.
Ia menjelaskan bahwa Sulsel memiliki posisi strategis sebagai hub utama distribusi barang dan logistik di kawasan Indonesia Timur karena menghubungkan wilayah barat dengan kawasan timur Indonesia.
“Kami juga punya program penguatan konektivitas antarwilayah melalui program transportasi publik Bus Trans Sulsel yang saat ini telah beroperasi di kawasan Mamminasata,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga membuka peluang kemitraan strategis dengan Amerika Serikat, khususnya dalam bidang pendidikan dan riset. Kolaborasi ini diarahkan untuk menciptakan sumber daya manusia unggul, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Dalam kesempatan itu, pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat menyampaikan ketertarikannya terhadap kekayaan budaya dan potensi pariwisata Sulawesi Selatan.
Selain itu, peluang investasi juga dinilai terbuka lebar di sejumlah sektor prioritas, seperti agroindustri dan hilirisasi pangan, energi hijau terbarukan, serta pengembangan infrastruktur dan logistik ekonomi.
Mereka bahkan mengungkapkan minat untuk mempelajari bahasa Makassar dan Bugis, serta menjajaki destinasi unggulan seperti Rammang-Rammang di Kabupaten Maros yang telah diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

