UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Pemerintah Kabupaten Bone melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah menggelar Bone Innovation Award 2026 bertema “Menciptakan Masa Depan Melalui Inovasi yang Berkelanjutan” di Gedung PKK Bone, Kompleks Kantor Bupati Bone, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, dan dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen serta pelaporan inovasi daerah sebagai upaya memperkuat budaya kerja inovatif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone.
Dalam arahannya, Bupati Bone menegaskan bahwa inovasi tidak harus selalu berskala besar. Menurutnya, langkah sederhana yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun tata kelola pemerintahan juga merupakan sebuah inovasi.
“Jangan berpikir inovasi itu harus besar. Yang kecil-kecil tetapi bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maupun pemerintah, itu juga inovasi,” ujarnya.
Ia meminta seluruh kepala OPD menghadirkan gagasan baru yang mampu menjawab persoalan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Bone.
Selain menekankan pentingnya inovasi, Andi Asman Sulaiman juga menyoroti gaya hidup berlebihan di kalangan ASN yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas ekonomi keluarga dan kinerja aparatur. Ia menyinggung budaya membawa amplop berlebihan saat menghadiri pesta pernikahan hingga kebiasaan membuat banyak seragam untuk satu kegiatan.
Menurutnya, pola hidup konsumtif menjadi salah satu pemicu persoalan rumah tangga ASN. Ia mengaku prihatin terhadap tingginya permohonan perceraian, khususnya dari kalangan tenaga kesehatan dan tenaga pendidik.
“Sampai sekarang saya belum tanda tangani rekomendasi cerai. Terlalu mudah sekarang orang bercerai, ujung-ujungnya pemerintah juga yang dibuat repot,” ungkapnya.
Sebagai langkah pembinaan ASN, Bupati Bone mengusulkan agar PNS maupun Non ASN yang akan menikah terlebih dahulu mendapatkan izin pimpinan serta pembinaan khusus melalui BKPSDM Bone.
Tak hanya itu, ia juga mengusulkan agar inovasi menjadi salah satu syarat promosi jabatan pejabat eselon. Menurutnya, setiap pejabat yang akan menduduki jabatan eselon II wajib memiliki proyek inovasi yang jelas dan terukur.

