Pengikut

Translate

,

Mappalisu Sumange KKWA, Bupati dan Wabup Bone Kompak Rawat Persaudaraan dan Budaya

Tim Redaksi
27 Sep 2026, 9/27/2026 WIB Last Updated 2026-09-28T00:35:26Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menghadiri acara Mappalisu Sumange yang digelar Kerukunan Keluarga Wija Arumpone (KKWA) di Bola Subbi’e, Jalan Merdeka, Watampone, Ahad (27/9/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gau Maraja Bone 2026 dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.


Mappalisu Sumange menjadi momentum mempererat silaturahmi antarsesama Wija Arumpone, sekaligus mempertemukan keluarga, perantau, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap sejarah serta kebudayaan Bone.


Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat KKWA, Andi Bau Zaldi Datu Appo Mappanyukki, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bone, keluarga besar Wija Arumpone, serta seluruh tamu undangan yang hadir.


Menurutnya, Mappalisu Sumange dan Passompe Mattana Bone bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang untuk menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap budaya Bone.


“Mappalisu Sumange dan Passompe Mattana Bone ini menjadi ruang untuk mempertemukan keluarga dalam semangat menjaga sejarah, budaya, serta nilai-nilai Bone yang kita warisi bersama,” ujar Andi Bau Zaldi.


Wabup: Budaya Jadi Identitas Daerah


Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menilai keberadaan komunitas dan paguyuban seperti KKWA memiliki kontribusi penting dalam mendukung pembangunan daerah.


Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dan membutuhkan sinergi dengan komunitas masyarakat, akademisi, dunia usaha, media, serta berbagai unsur lainnya.


“Pembangunan akan berkembang kalau didukung oleh banyak unsur. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, keberadaan KKWA yang selama beberapa tahun terus tumbuh dan memberikan kontribusi menjadi energi bagi pemerintah daerah untuk bersama-sama memperkuat pembangunan di Kabupaten Bone,” kata Andi Akmal.


Ia juga menekankan pentingnya kebudayaan sebagai bagian dari identitas daerah. Potensi budaya, kata dia, dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata sekaligus membangun karakter masyarakat.


“Bone bukan hanya memiliki alam, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang menjadi identitas kita. Karena itu, kami berharap Wija Arumpone dapat menjadi pionir dalam memperkuat nilai-nilai budaya Bone,” tuturnya.


Andi Akmal menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan sumber daya manusia dan kebudayaan.


Bupati Bone: Ini Acara Orang Tua, Keluarga dan Sahabat


Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan permohonan maaf karena hadir terlambat dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan, sejumlah agenda pemerintahan membuat dirinya harus datang setelah acara berlangsung.


Meski demikian, Andi Asman menegaskan bahwa kehadirannya dalam Mappalisu Sumange tetap penting karena kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya orang tua, keluarga, dan sahabat.


“Saya mohon maaf karena datang terlambat. Tadi ada beberapa agenda yang harus saya hadiri. Namun, saya tidak ingin melewatkan acara ini karena bagi saya ini adalah acara orang tua, keluarga dan sahabat. Kehadiran saya di sini merupakan bentuk penghormatan sekaligus bagian dari upaya mempererat tali persaudaraan,” ungkapnya.


Bupati Bone juga berharap kebersamaan antara pemerintah daerah dan keluarga besar Wija Arumpone terus terjaga. Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Bone.


“Mari kita terus menjaga persaudaraan dan kebersamaan. Dalam menjalankan pemerintahan, saya bersama Wakil Bupati Andi Akmal tentu membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Andi Asman.


Ia berharap kebersamaan tersebut dapat menjadi energi bersama untuk membawa Kabupaten Bone semakin maju, mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan.


Mappalisu Sumange menjadi salah satu rangkaian Gau Maraja Bone 2026 yang tidak hanya menghadirkan unsur kebudayaan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat hubungan antarkeluarga dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan warisan sejarah dan budaya Bone.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi