Pengikut

Translate

,

Mentan Andi Amran Tinjau Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone, Investasi Rp2,2 Triliun Disiapkan

Tim Redaksi
24 Sep 2026, 9/24/2026 WIB Last Updated 2026-09-25T00:56:51Z


UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Menteri Pertanian Republik Indonesia H. Andi Amran Sulaiman meninjau langsung lokasi proyek strategis Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Desa Bakungnge, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026) pagi.


Dalam kunjungan tersebut, Amran didampingi Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. Sejumlah jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat dalam pengembangan kawasan turut hadir, di antaranya PTPN Holding dan ID FOOD.


Proyek HAT merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem peternakan unggas yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Pengembangannya melibatkan Kementerian BUMN bersama sejumlah BUMN pangan, termasuk Danantara Indonesia, ID FOOD, Berdikari dan Perkebunan Nusantara.


Kawasan di Bone tersebut dirancang menjadi pusat industri peternakan modern yang mencakup penyediaan bibit, pakan, peternakan hingga produksi komoditas pangan.


Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengoptimalkan potensi sektor peternakan di kawasan Indonesia Timur.

Empat Fasilitas Utama

Berdasarkan master site yang dipaparkan, pengembangan kawasan HAT di Bone terdiri atas empat titik utama.


Pertama, Titik Lokasi 1a berupa Parent Stock (PS) Farm Broiler yang berlokasi di Kebun Dekko A Blok 10 dengan luas sekitar 10 hektare.


Fasilitas tersebut direncanakan memiliki 12 kandang dengan kapasitas masing-masing 10.000 ekor, sehingga total kapasitas mencapai 120.000 ekor ayam.


Kedua, Titik Lokasi 1b, yakni Hatchery di Kebun Dekko B Blok 9 dan 11. Fasilitas dengan luas sekitar 2 hektare ini ditargetkan mampu menghasilkan Day Old Chick (DOC) sebanyak 1,57 juta ekor per bulan atau sekitar 18,84 juta ekor per tahun.


Ketiga, Titik Lokasi 1c berupa pabrik pakan yang berada di Kebun Dekko B Blok 17 dengan luas sekitar 6 hektare. Pabrik ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 120.000 ton pakan ternak per tahun.


Sementara Titik Lokasi 1d berupa Final Stock (FS) Pullet di Kebun Dekko B Blok 1 dengan luas sekitar 6 hektare. Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung keberlanjutan siklus peternakan unggas.


Mentan Amran mengatakan seluruh tim BUMN terkait telah hadir untuk memastikan persiapan proyek berjalan secara terpadu.


“Dari BUMN, ini direksi. Semua lengkap: PTPN 1, PTPN Holding (PTPN 3) hadir. ID FOOD hadir. Sekarang lengkap, tim lengkap,” kata Amran di hadapan awak media.


Ia menyebut pembangunan fasilitas tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden terkait pengembangan pabrik pakan, DOC dan fasilitas pendukung peternakan di sejumlah daerah.


“Arahan Bapak Presiden dua malam lalu soal lima pabrik pakan, DOC, dan seterusnya. Itu selesai tahun depan. Diresmikan tahun depan,” ujarnya.


Menurut Amran, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2,2 triliun untuk pembangunan lima proyek tersebut. Sementara secara keseluruhan, anggaran yang dipersiapkan pemerintah untuk berbagai program sejenis mencapai sekitar Rp17 triliun.


“Anggarannya sudah turun, beliau sudah tanda tangan. Rp2,2 triliun untuk lima. Dan total anggaran dipersiapkan oleh pemerintah, karena bukan ini saja, itu Rp17 triliun,” katanya.


Selain Sulawesi Selatan, pengembangan proyek tersebut juga mencakup wilayah Lampung, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.


Amran memastikan pekerjaan awal pembangunan di lokasi Bone telah dimulai dan menargetkan seluruh fasilitas dapat diselesaikan pada tahun depan.


“Tahun depan selesai,” tegasnya.

Serap Tenaga Kerja Lokal


Selain memperkuat rantai pasok pangan, proyek HAT di Bone juga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.


Amran menegaskan masyarakat setempat akan menjadi bagian dari peluang kerja yang tercipta dari pembangunan kawasan tersebut.


“Ya lokal-lah! Kalau mau kerja di sini, itu kan lapangan kerja untuk kita,” kata Amran.


Ia menjelaskan, konsep yang dibangun bukan sekadar peternakan ayam, melainkan ekosistem pangan terintegrasi dari hulu hingga hilir.


Dalam ekosistem tersebut, komoditas ayam, telur, susu hingga pakan akan saling terhubung.


Bahan baku pakan berupa jagung, kata Amran, nantinya dapat diperoleh dari daerah sekitar, termasuk Bone, Soppeng dan kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan.


“Jagung ini nanti dari Bone, Soppeng, kabupaten tetangga, dan dari mana saja. Karena ini yang menjadi pakan nanti,” jelasnya.


Dengan keberadaan pabrik pakan di kawasan tersebut, distribusi bahan baku dan produk diharapkan lebih efisien sehingga rantai pasok dapat diperpendek.


“Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan,” katanya.


Produksi DOC dan Pakan Dibangun Terintegrasi


Amran menegaskan fasilitas produksi pakan dan DOC akan dibangun secara lengkap sehingga kebutuhan peternakan dapat dipenuhi dari kawasan tersebut.


“Dibangun lengkap! DOC-nya tidak perlu lagi mengambil ke mana-mana. Ambil dari sini,” ujarnya.


Integrasi tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi distribusi, memperpendek rantai pasok serta memperkuat ketersediaan pangan di kawasan Indonesia Timur.


Selain komoditas unggas, pemerintah juga menyiapkan pengembangan peternakan sapi perah untuk mendukung produksi susu.


Menurut Amran, ketersediaan susu, telur dan ayam juga berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).


“Peternakan sapi itu adalah sapi perah. Susu. Kan butuh susu MBG. Butuh susu anak-anak supaya tinggi besar nanti,” ujarnya.


Ia menekankan pembangunan ekosistem pangan tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.


Ketersediaan pangan bergizi seperti susu, telur dan ayam diharapkan dapat mendukung pertumbuhan generasi muda dan pemenuhan kebutuhan pangan nasional.


“Minum susu, telur, ayam, dan seterusnya. Itu mimpi Bapak Presiden. Generasi kita adalah generasi cerdas nanti ke depan. Mencapai Indonesia Emas,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi