Pengikut

Translate

,

Bupati Bone Dorong 69 Pelaku IKM Jadi Percontohan, Target Berkembang hingga 6.900 Usaha

Tim Redaksi
17 Sep 2026, 9/17/2026 WIB Last Updated 2026-09-18T01:18:07Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,WATAMPONE-- Pemerintah Kabupaten Bone menyerahkan bantuan mesin dan peralatan kepada 69 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui program IKM BerAmal Tahun 2026.


Bantuan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai dukungan permodalan dalam bentuk peralatan, tetapi diharapkan menjadi titik awal lahirnya usaha produktif yang mampu berkembang dan memperkuat ekonomi masyarakat.


Penyerahan bantuan berlangsung di Podium Lapangan Merdeka Watampone, Jumat (18/9/2026), sebagai bagian dari program penyusunan dan evaluasi rencana pembangunan industri kabupaten.


Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, Ketua TP PKK Bone Hj. Andi Maryam Andi Asman, Wakil Ketua TP PKK Bone Hj. Maya Damayanti Andi Akmal, unsur Forkopimda Bone, pimpinan OPD, serta Ketua Komisi I DPRD Bone Rismoni Sarlim.


Di hadapan para penerima bantuan, Bupati Bone menekankan pentingnya menjaga dan memanfaatkan bantuan secara sungguh-sungguh. Ia mengajak masyarakat menjadikan bantuan pemerintah sebagai peluang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Dengan bahasa Bugis yang akrab dan diselingi candaan, Bupati bertanya kepada para penerima bantuan apakah mereka ingin sukses.


“Sekarang saya minta, mau sukses tidak?” tanyanya.


“Mau!” jawab para penerima bantuan.


Bupati kemudian mengingatkan bahwa bantuan yang diterima merupakan amanah yang harus dijaga dan dikembangkan. Ia berharap para penerima dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya.


Dari 69 Penerima, Ditargetkan Berkembang hingga 6.900 Usaha


Program IKM BerAmal 2026 menyasar 69 pelaku usaha dengan berbagai jenis mesin dan peralatan, di antaranya mesin jahit, mesin kopi, serta perlengkapan usaha lainnya.


Ke-69 penerima tersebut diharapkan menjadi kelompok percontohan. Jika program berjalan baik dan hasil evaluasi menunjukkan perkembangan positif, pemerintah daerah berencana memperluas jangkauan penerima bantuan.


“Kalau ini bagus percontohan, kita bentuk lagi 1.000 orang,” ujar Bupati.


Ia bahkan menyampaikan gagasan pengembangan program dari 69 usaha menjadi 690 hingga 6.900 usaha pada tahap berikutnya.


“Kalau berhasil ini, dari 69 usaha menjadi 6.900 nanti ke depannya. Itu bagus. Yang penting amanah, yang penting untuk masyarakat,” katanya.


Namun, pengembangan tersebut akan bergantung pada keberhasilan usaha penerima bantuan serta hasil evaluasi pemerintah daerah.


Untuk memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan, Bupati meminta dilakukan pencatatan dan evaluasi secara berkala. Setiap penerima diminta memiliki nomor register, sementara perkembangan usaha akan dipantau melalui buku evaluasi.


“Setiap bulan dievaluasi, ya. Evaluasi, laporkan ke kami,” tegasnya.


Mesin Jahit Didorong Terhubung dengan Kebutuhan Pakaian Sekolah


Salah satu gagasan yang disampaikan Bupati adalah menghubungkan bantuan mesin jahit dengan kebutuhan pakaian sekolah di Kabupaten Bone.


Ia mengusulkan agar penjahit yang telah mendapatkan bantuan dapat diberdayakan untuk mengerjakan kebutuhan pakaian sekolah di wilayah masing-masing.


Sebagai ilustrasi, penjahit penerima bantuan di Kecamatan Palakka dapat diarahkan melayani sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah tersebut, seperti SD Macanang dan sekolah lainnya.


Dalam skema yang diusulkan, bahan kain dapat disiapkan melalui program pemerintah, sementara proses penjahitan dikerjakan oleh pelaku usaha binaan masyarakat.


“Coba nanti kita beri kain, baru jahit sendiri. Mungkin lebih bagus, lebih efektif. Mungkin biayanya bisa berkurang,” kata Bupati.


Gagasan tersebut sekaligus diarahkan untuk menciptakan pasar bagi pelaku usaha penerima bantuan. Dengan demikian, mesin yang diberikan tidak hanya menjadi aset, tetapi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.


Bantuan Peralatan Kopi Diharapkan Melahirkan Usaha Baru


Selain mesin jahit, peralatan kopi juga menjadi salah satu bantuan yang diserahkan kepada pelaku IKM.


Bupati meminta agar peralatan tersebut ditempatkan pada lokasi yang tepat dan benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan usaha.


Ia juga mendorong penerima bantuan mendapatkan pelatihan sehingga mampu mengoperasikan peralatan sekaligus mengelola usaha secara profesional.


“Kalau bisa dilatih supaya mahir,” ujarnya.


Menurutnya, kelompok penerima bantuan harus dipersiapkan menjadi percontohan bagi masyarakat lainnya. Jika satu usaha berhasil berkembang, pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi calon pelaku usaha baru.


Bukan Sekadar Serah Terima Mesin


Bupati Bone menegaskan bahwa keberhasilan program IKM BerAmal tidak cukup diukur dari jumlah mesin atau peralatan yang diserahkan.


Hal yang lebih penting adalah bagaimana peralatan tersebut digunakan, apakah usaha penerima berkembang, dan sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat.


“Kami berikan bantuan, tapi tolong kembangkan. Karena kami mau lihat contoh,” tegasnya.


Ia juga menyampaikan rencana evaluasi pada 18 Oktober mendatang untuk melihat perkembangan usaha para penerima bantuan.


Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menentukan langkah pengembangan program berikutnya.


Dorong Kesejahteraan Masyarakat


Bupati Bone mengatakan, pemerintah daerah bersama DPRD dan perangkat daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan program pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Karena itu, sinkronisasi anggaran dan program dinilai penting agar kebijakan pembangunan dapat berjalan secara terarah dan memberikan dampak nyata.


“Kita ini hanya hadir untuk bagaimana meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.


Menjelang akhir sambutannya, Bupati kembali meminta penerima bantuan menjaga amanah dan membuktikan bahwa bantuan yang diberikan mampu menghasilkan perkembangan usaha.


Menurutnya, keberhasilan penerima bantuan akan menjadi bukti penting untuk mendukung keberlanjutan sekaligus perluasan program.


“Kalau ada contoh, kita lebih mudah berbicara. Tapi kalau tidak ada, orang Bone akan berkata, ‘Tidak ada bukti,’” ujarnya.


Program IKM BerAmal pun diarahkan bukan sekadar sebagai penyaluran mesin dan peralatan, melainkan sebagai langkah awal membangun usaha masyarakat yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Bone.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi