UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., membuka kegiatan Passompe Mattana Bone yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Gau Maraja Bone 2026 di Aula Lateya Riduni, Kota Watampone, Senin (28/9/2026).
Kegiatan yang digelar Kerukunan Keluarga Wija Arumpone (KKWA) tersebut menjadi wadah silaturahmi bagi masyarakat Bone yang selama ini berada di perantauan untuk kembali bertemu dengan keluarga dan kerabat di kampung halaman.
Bupati Bone mengapresiasi pelaksanaan Passompe Mattana Bone yang untuk pertama kalinya digelar. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam mempererat hubungan antara masyarakat Bone di daerah dengan para perantau.
“Saya hadir langsung karena ini perdana. Tidak gampang kita melaksanakan kegiatan seperti ini dan mengumpulkan keluarga-keluarga kita yang ada di perantauan,” ujarnya.
Andi Asman mengatakan, tradisi sompe atau merantau telah menjadi bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat Bone. Dahulu, aktivitas merantau masyarakat masih terbatas dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya karena keterbatasan sarana transportasi.
Namun, seiring perkembangan zaman, masyarakat Bone kini telah tersebar di berbagai daerah untuk mencari nafkah, menempuh pendidikan maupun mengembangkan kehidupan.
“Dulu sompe itu hanya berpindah dari kecamatan ke kecamatan lainnya karena tidak ada kendaraan. Tetapi sompe hari ini betul-betul jauh, mencari nafkah ke daerah lain,” kata Andi Asman.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meminta Wija Arumpone melakukan pendataan terhadap keluarga-keluarga Bone yang berada di berbagai daerah perantauan.
Menurutnya, pendataan tersebut penting untuk mengetahui keberadaan masyarakat Bone di luar daerah, termasuk wilayah tempat mereka tinggal, bekerja dan mengabdi.
“Dengan adanya data tersebut, kita bisa mengetahui keluarga-keluarga kita yang ada di perantauan,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan Wija Arumpone dapat menjadi penghubung yang semakin memperkuat tali silaturahmi antara masyarakat Bone di kampung halaman dengan para perantau.
Lebih dari sekadar ajang pertemuan, Passompe Mattana Bone juga diharapkan menjadi momentum untuk menjaga nilai-nilai budaya dan warisan leluhur Bone agar tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bone dan para camat se-Kabupaten Bone.
Passompe Mattana Bone menjadi salah satu agenda Festival Budaya Gau Maraja 2026 yang mengangkat semangat merawat identitas budaya sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan masyarakat Bone, di mana pun mereka berada.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi