,

Pangadereng Jadi Fondasi, Dr. Rahmatunnair Siap Maju dalam Bursa Calon Rektor IAIN Bone 2026–2030

Tim Redaksi
19 Jan 2026, 1/19/2026 WIB Last Updated 2026-01-19T08:53:06Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Proses penjaringan bakal calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone periode 2026–2030 resmi dimulai dan langsung menarik perhatian sivitas akademika. Dinamika pemilihan pimpinan perguruan tinggi keagamaan negeri ini dinilai strategis karena akan menentukan arah pengembangan IAIN Bone dalam lima tahun ke depan.


Salah satu figur yang menyatakan kesiapan maju sebagai bakal calon rektor adalah Dr. Rahmatunnair, S.Ag., M.Ag. Kehadirannya dalam bursa calon pimpinan kampus menjadi sorotan karena membawa gagasan kepemimpinan yang menekankan kearifan lokal serta penguatan karakter institusi pendidikan tinggi Islam.


Dr. Rahmatunnair menegaskan bahwa keputusannya maju bukan dilandasi ambisi pribadi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas aspirasi yang berkembang di lingkungan sivitas akademika. Dorongan tersebut, menurutnya, mencerminkan harapan akan kepemimpinan kampus yang kuat dalam tata kelola, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di era modern.


“Pencalonan ini bukan tentang posisi, tetapi tentang amanah. Saya hadir untuk menjawab harapan agar IAIN Bone terus bergerak menjadi kampus yang unggul, berakar pada nilai, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Dalam kerangka kepemimpinan yang ditawarkan, Dr. Rahmatunnair mengusung konsep yang memadukan profesionalisme, nilai-nilai keislaman, dan kearifan lokal Bugis. Ia menilai perguruan tinggi tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus membangun budaya kampus yang humanis, beretika, dan berkeadaban.


Konsep Pangadereng, yang merepresentasikan nilai keadilan, etika, dan kemanusiaan dalam budaya Bugis, diangkat sebagai fondasi utama tata kelola kampus. Nilai ini diharapkan mampu mewarnai sistem manajemen, proses pembelajaran, hingga pengembangan sumber daya manusia di lingkungan IAIN Bone.


Berdasarkan gagasan tersebut, Dr. Rahmatunnair merumuskan visi kepemimpinan, yakni “Menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Berbasis Pangadereng yang Unggul dan Humanis.” Visi ini diarahkan untuk memperkuat daya saing institusi sekaligus menjaga identitas budaya dan nilai keislaman.


Untuk mewujudkannya, ia menawarkan sejumlah misi strategis, antara lain peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran, penguatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat berbasis kearifan lokal, dan penerapan tata kelola kampus yang transparan serta akuntabel.


Selain itu, pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, perluasan jejaring kerja sama nasional dan internasional, serta peningkatan reputasi akademik juga menjadi bagian penting dari agenda kepemimpinan yang ditawarkan.


Pencalonan Dr. Rahmatunnair mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi IAIN Bone yang menilai pendekatan berbasis nilai lokal relevan dengan kebutuhan penguatan karakter institusi. Proses penjaringan bakal calon rektor sendiri dilaksanakan secara terbuka dan objektif oleh panitia, dengan harapan mampu melahirkan pemimpin terbaik bagi masa depan IAIN Bone. (*)

Iklan