UJUNGPENAMEDIA.COM, BOMBANA -
Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Bombana bersama Satgas Pangan Polres Bombana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG 3 kg menyusul banyaknya keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan gas bersubsidi. Sidak ini menyasar titik-titik krusial di wilayah Rumbia, Rumbia Tengah, hingga Lantari Jaya. Selasa, 3/3/2026
Berdasarkan investigasi di lapangan, ditemukan bahwa kekosongan stok di tingkat pangkalan terjadi akibat keterlambatan pasokan dari agen. Meski demikian, per sore hari ini, sejumlah pasokan dari Agen Cahaya Gas Lestari Termasuk Agen Cahaya Poleang dilaporkan sudah mulai didistribusikan kembali ke pangkalan-pangkalan.
Tiga Faktor Utama Penghambat
Pemerintah mengidentifikasi tiga penyebab utama yang memicu terjadinya kelangkaan gas di masyarakat:
Lonjakan Konsumsi Ramadhan: memasuki bulan suci Ramadhan, kebutuhan rumah tangga dan pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner, mengalami peningkatan tajam.
Aktivitas Sektor Pertanian: Adanya musim tanam di wilayah Lantari Jaya turut meningkatkan permintaan gas di daerah tersebut.
Kendala Logistik: Banyaknya hari libur sepanjang bulan Februari berdampak pada durasi pengiriman dari agen ke pangkalan yang melambat, dari yang semula tujuh hari sekali menjadi sepuluh hari sekali.
Saat ini, jatah distribusi yang diterima setiap pangkalan terpantau berada di kisaran 100 hingga 185 tabung per pengiriman.
Peringatan Keras bagi PNS menyikapi keterbatasan stok yang ada, tim gabungan mengeluarkan himbauan tegas agar distribusi energi bersubsidi tepat sasaran. Para pejabat daerah dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) diingatkan untuk tidak ikut mengonsumsi LPG 3 kg yang menjadi hak masyarakat kurang mampu.
"Kami harap untuk pejabat maupun pegawai negeri tidak menggunakan gas LPG bersubsidi. Kami mohon kiranya menggunakan gas LPG non-subsidi varian 5,5 kg atau 12 kg," terang Ibu Ferawati (Kabag Perdagangan)
Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan stok bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sekaligus memastikan stabilitas pasokan energi di Kabupaten Bombana selama masa Ramadhan. (Arur)

