UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Pemerintah Kabupaten Bone resmi menyalurkan bantuan pangan nasional kepada 70.445 warga dengan total distribusi mencapai 1.408.900 kilogram beras dan 281.780 liter minyak goreng. Penyaluran ini ditandai dengan pelepasan armada logistik oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, di Halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri para kepala OPD, camat, dan lurah se-Kabupaten Bone.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.
“Pelepasan ini adalah simbol bahwa negara hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.
Program bantuan pangan ini merupakan tindak lanjut dari penugasan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia yang menginstruksikan penyaluran cadangan pangan pemerintah ke seluruh daerah, termasuk Kabupaten Bone.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bone, Andi Zainal Wahyudi, menyampaikan bahwa bantuan didistribusikan ke 27 kecamatan untuk periode Februari–Maret 2026.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kabupaten Bone, Andi Iskandar Zulkanaen, menjelaskan setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
“Totalnya mencapai 1.408.900 kilogram beras dan 281.780 liter minyak goreng untuk 70.445 penerima,” jelasnya.
Selain penyaluran bantuan, Pemerintah Kabupaten Bone juga meluncurkan inovasi “Kios Pangan BerAmal” di setiap desa. Fasilitas ini berupa rak pangan yang ditempatkan di kios Tripika dan Tripides, guna memudahkan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Kita ingin masyarakat lebih mudah mengakses beras dan minyak dengan harga yang stabil melalui kios-kios yang sudah aktif di desa,” kata Bupati.
Menurutnya, langkah ini menjadi upaya menghubungkan program bantuan sosial dengan penguatan ekonomi lokal agar distribusi pangan lebih dekat dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Bupati Bone juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur dalam menjaga ketahanan pangan, mengingat Bone merupakan salah satu daerah penghasil gabah terbesar di Indonesia.
“Jangan sampai kita kuat di produksi, tetapi tidak didukung dengan fasilitas penyimpanan yang memadai,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah daerah akan membangun dua gudang penyimpanan besar dengan nilai anggaran mencapai Rp9,5 miliar. Pembangunan ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok, menjaga kualitas hasil panen, serta mengantisipasi fluktuasi harga.
Penyaluran bantuan pangan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam membangun sistem pangan yang tangguh, merata, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara jangka panjang di Kabupaten Bone.

