UJUNGPENAMEDIA.COM,MAKASSAR--Berita yang beredar di media online dan media sosial berjudul “Papan Struktur Internal RSUD Haji Bongkar Dugaan Rangkap Jabatan Oknum ASN Dinkes Sulsel” kini menjadi sorotan publik.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes., menegaskan bahwa informasi yang mengarah pada dirinya tidak benar alias hoaks.
“Terkait berita ini, semua tidak benar. Sejak 1 November saya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan, dan sejak saat itu saya tidak lagi menjabat sebagai Direktur RS Haji. Posisi tersebut telah diisi oleh Dr. Rachma Syahrir, Sp.KK., M.Kes. sebagai direktur definitif,” jelasnya.
Menurutnya, jika persoalan hanya terkait papan struktur internal RSUD Haji, hal tersebut bersifat teknis semata.
“Bisa saja papan struktur itu belum diperbarui, itu hal biasa. Namun secara administrasi, saya sudah bukan lagi Direktur RS Haji sejak dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan,” lanjutnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama yang belum jelas kebenarannya.
“Saya mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Saya tegaskan, tidak ada rangkap jabatan hingga hari ini. Berita yang beredar itu tidak benar,” tegasnya.
Diketahui, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan pada 1 November 2025. Pelantikan tersebut menandai kepemimpinan baru dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Sulsel.
Selama menjabat, sejumlah capaian berhasil diraih, di antaranya penghargaan Terbaik Regional 2 Nasional untuk Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Desember 2025, peningkatan layanan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV DNA, percepatan deteksi kasus TBC melalui kolaborasi lintas sektor, hingga penguatan komitmen pelayanan kesehatan bagi pegawai dan masyarakat.
Selain itu, Dinas Kesehatan Sulsel juga terus mendorong transformasi dan pemerataan layanan kesehatan, termasuk redistribusi sumber daya manusia (SDM) kesehatan agar pelayanan lebih merata dan mudah diakses masyarakat.

