,

Kado Hari Jadi ke-27 Luwu Utara, Jalan Tembus Pegunungan, Penerbangan Perdana hingga Irigasi untuk Petani

Tim Redaksi
28 Apr 2026, 4/28/2026 WIB Last Updated 2026-04-29T00:52:46Z

 


UJUNGPENAMEDIA.COM,LUWU UTARA-- Momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Luwu Utara tahun ini terasa istimewa. Di tengah semangat masyarakat yang terus tumbuh, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadirkan sejumlah program strategis yang menjadi “kado pembangunan” bagi daerah ini.


Berbagai sektor disentuh, mulai dari infrastruktur jalan, konektivitas udara, pertanian, hingga layanan dasar masyarakat, yang semuanya diarahkan untuk mempercepat pembangunan hingga ke wilayah pelosok.


Harapan besar itu dimulai dari wilayah pegunungan Rongkong. Pada Minggu (26/4/2026), dilakukan groundbreaking pembangunan ruas jalan Sabbang–Tallang–Sae, jalur vital yang menghubungkan wilayah Seko dan Rampi yang selama puluhan tahun terisolasi.


Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, turut menyaksikan langsung momen tersebut bersama masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.


Ruas jalan sepanjang kurang lebih 141 kilometer ini akan ditangani melalui program preservasi dengan dukungan anggaran sekitar Rp70–80 miliar dari kolaborasi APBN dan APBD Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026.


“Ini adalah bentuk sinergi antara Pemkab Luwu Utara, Pemprov Sulsel, dan pemerintah pusat melalui Kementerian PU,” ujar Andi Sudirman.


Bagi masyarakat Rongkong dan Seko, pembangunan ini bukan sekadar jalan, tetapi menjadi pembuka akses menuju pendidikan, layanan kesehatan, serta pasar ekonomi yang lebih luas.


Tak hanya di darat, terobosan juga hadir dari sektor udara. Bertepatan dengan peringatan hari jadi, diluncurkan penerbangan perdana rute Masamba–Makassar menggunakan pesawat ATR 72-500 dari Fly Jaya Airlines.


Penerbangan ini disubsidi Pemprov Sulsel dan memangkas waktu tempuh dari sebelumnya 10–12 jam perjalanan darat menjadi sekitar satu jam saja.


“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan ini agar konektivitas semakin optimal,” kata Andi Sudirman.


Di sektor pertanian, perhatian pemerintah diwujudkan melalui pembangunan irigasi dalam Paket 4 Multiyears Project (MYP) 2026–2027. Tiga daerah irigasi, yakni Bungadidi, Kuri-kuri Kasambi, dan Tubu Ampak, akan direhabilitasi dengan total anggaran sekitar Rp33,1 miliar.


Proyek ini ditargetkan mengairi sekitar 6.400 hektare sawah, guna meningkatkan produktivitas petani serta memperkuat ketahanan pangan.


“Ini komitmen kami untuk mendukung swasembada pangan nasional dan memudahkan petani,” jelasnya.


Selain itu, Pemprov Sulsel juga menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp7 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Utara untuk tahun anggaran 2026, guna mendorong pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.


Dukungan terhadap layanan dasar turut diperkuat dengan penyerahan satu unit mobil operasional untuk pelayanan kesehatan di wilayah Rongkong–Seko, yang diharapkan mampu menjangkau daerah sulit, terutama dalam kondisi darurat.


Kepedulian terhadap warga terdampak bencana longsor juga diwujudkan melalui bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Sebanyak 15 unit rumah mendapat bantuan masing-masing Rp15 juta.


Sementara itu, sektor ekonomi kerakyatan mendapat dorongan melalui penyaluran bantuan Rp178 juta bagi pelaku UMKM, sebagai stimulus untuk menjaga keberlangsungan usaha.


Seluruh rangkaian program ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah hingga ke pelosok. Dari jalan yang membelah pegunungan, pesawat yang menghubungkan wilayah, hingga irigasi yang mengalirkan kehidupan ke sawah petani, semuanya menjadi simbol percepatan pembangunan di Luwu Utara.


“Kami berharap Luwu Utara terus tumbuh, meningkatkan produktivitas pertanian, ekonomi rakyat, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pegunungan dan terpencil,” tutup Andi Sudirman.(*)