,

Retret Gelombang I Ditutup, Wabup Bone Tekankan Kepemimpinan Kolaboratif dan Berorientasi Rakyat

Tim Redaksi
25 Apr 2026, 4/25/2026 WIB Last Updated 2026-04-25T12:20:13Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, bertindak sebagai inspektur upacara penutupan retret bagi para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian Setda, dan Camat se-Kabupaten Bone Gelombang I Tahun 2026, Sabtu (25/4/2026).


Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Mako Yon Armed 21/105 Tarik Kawali dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bone atau yang mewakili, Kepala BNNK Bone, Komandan Batalyon Armed 21 Kawali beserta jajaran, perwakilan Danyon Brimob, serta tamu undangan lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman. Dalam sambutan itu ditegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.


“Jabatan bukan sekadar kedudukan, tetapi tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Setiap kebijakan dan keputusan harus berorientasi pada kepentingan rakyat serta kemajuan daerah,” tegasnya.


Ia menekankan pentingnya peran strategis setiap unsur pemerintahan. Kepala perangkat daerah diharapkan menjadi motor penggerak organisasi, camat sebagai ujung tombak pelayanan di wilayah, dan kepala bagian sebagai penguat koordinasi serta tata kelola administrasi pemerintahan.


Seluruh elemen tersebut, lanjutnya, harus bergerak dalam satu arah guna mewujudkan Kabupaten Bone yang lebih maju dan sejahtera. Retret ini juga dinilai sebagai momentum memperkuat sinergi lintas sektor, sekaligus menghilangkan ego sektoral yang dapat menghambat pelayanan publik dan pembangunan.


“Budaya kerja kolaboratif harus terus dibangun. Saling mendukung, menguatkan, dan melengkapi menjadi kunci keberhasilan pembangunan,” ujarnya.


Dalam konteks pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Bone mengusung visi MABERE, yakni Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan. Visi tersebut diharapkan menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan.


Mandiri berarti mendorong penguatan potensi lokal dan daya saing masyarakat. Berkeadilan menekankan pemerataan pembangunan tanpa diskriminasi. Sementara berkelanjutan mengharuskan setiap program memiliki manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.


Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan visi tersebut sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan. Para pejabat diminta menjadi teladan dalam disiplin, etika, serta tanggung jawab, sekaligus menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik.


“Jangan hanya memberi perintah, tetapi tunjukkan contoh. Jangan hanya menunggu laporan, melainkan turun langsung melihat kondisi masyarakat,” pesannya.


Retret ini diharapkan mampu melahirkan semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat pelaksanaan program pembangunan, serta menyelesaikan persoalan masyarakat secara cepat dan tepat.


Menutup sambutan, disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk jajaran Batalyon Armed 21 Kawali, panitia, dan instruktur.(*)