,

Keren! Siswa SMP Islam Athirah Bone Raih Juara Nasional lewat Game “Detektif Anti Korupsi” Berbasis AI

Tim Redaksi
18 Mei 2026, 5/18/2026 WIB Last Updated 2026-05-18T23:52:08Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMP Islam Athirah Bone. Dua siswa berbakat, Abyan Hendra Pratama dan Muhammad Azka Dhiyaulhaq, berhasil meraih Juara III pada ajang Lomba Cipta Game Nasional 2026 Powered by Artificial Intelligence kategori SMP bertema “Indonesia Tanpa Korupsi: The Game Makers Movement”.


Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Clevio Innovator Camp bekerja sama dengan Yayasan PADI Berdaya Improve Foundation, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Asosiasi Game Indonesia. Kegiatan Game Hackathon Online berlangsung pada 9 hingga 18 Mei 2026 dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.


Dalam kompetisi ini, seluruh peserta ditantang mendesain sekaligus mengembangkan game secara mandiri berdasarkan ide dan kreativitas masing-masing. Setelah melewati tahap seleksi karya, peserta terbaik berhak melaju ke babak final untuk mempresentasikan game mereka secara hybrid di Mall Ciputra Cibubur dan melalui Zoom Meeting.


Abyan dan Azka tampil memukau lewat karya game berjudul “Detektif Anti Korupsi”. Game tersebut mengusung konsep petualangan investigasi yang memadukan unsur edukasi dengan gameplay modern dan interaktif.


Dalam permainan itu, pemain berperan sebagai detektif yang bertugas mengungkap praktik korupsi melalui berbagai tantangan dan misi rahasia. Game ini dilengkapi fitur menarik seperti stealth system, investigasi kasus, hacking mini game, musuh patroli, dialog system, hingga multiple ending yang membuat setiap keputusan pemain memengaruhi jalannya cerita.


Tak hanya itu, nuansa permainan semakin hidup dengan dukungan efek hujan, sound atmosferik, dan tampilan pixel art modern yang memberikan pengalaman bermain lebih imersif.


Keunggulan utama game “Detektif Anti Korupsi” terletak pada konsep edukatif yang dikemas secara menyenangkan dan mudah dimainkan melalui browser. Lewat game tersebut, pemain diajak memahami pentingnya kejujuran serta bahaya korupsi dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.


Menurut Abyan dan Azka, isu korupsi sering dianggap membosankan jika hanya dipelajari melalui buku pelajaran. Karena itu, mereka mencoba menghadirkan solusi kreatif melalui media game agar pesan moral tentang integritas dapat diterima lebih efektif.


“Lewat game ‘Detektif Anti Korupsi’, kami ingin membuat nilai kejujuran dan bahaya korupsi menjadi sebuah game petualangan yang seru, interaktif, dan menantang untuk dimainkan,” ujar mereka.


Pendamping sekaligus pembimbing tim SMP Islam Athirah Bone, Mutiara, S.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut timnya mampu menyelesaikan game hanya dalam waktu lima hari hackathon meski sempat menghadapi kendala error program.


“Alhamdulillah dalam 5 hari Hackathon, mereka mampu menyelesaikan game ini dengan sangat baik. Meski sempat terkendala error program, kerja keras mereka membuahkan hasil. Semoga prestasi ini memotivasi Abyan dan Azka untuk terus mengasah kemampuan coding,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala SMP Islam Athirah Bone menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda mampu menjadi sarana edukasi yang inovatif sekaligus inspiratif. Dengan memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan, siswa dapat menghadirkan karya digital yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat.