Oleh : Wiwi Widianti
Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Unim Bone
Penggunaan handphone di kalangan Generasi Alpha di Watampone semakin meningkat dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari anak-anak, baik di rumah maupun di sekolah. Handphone digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari mencari materi pelajaran, mengerjakan tugas, menonton video pembelajaran, hingga bermain game dan menikmati hiburan digital. Kondisi ini terjadi seiring pesatnya perkembangan teknologi dan semakin mudahnya akses internet di era digital.
Generasi Alpha merupakan kelompok anak yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan teknologi. Kedekatan mereka dengan perangkat digital membuat handphone tidak lagi dipandang hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana belajar sekaligus hiburan. Berbagai aplikasi pendidikan, mesin pencari, dan platform video pembelajaran membuat anak-anak lebih mudah memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam proses belajar.
Namun, penggunaan handphone yang terlalu sering juga menimbulkan kekhawatiran. Selain dapat mengurangi konsentrasi belajar, kebiasaan menatap layar dalam waktu lama berisiko menyebabkan kelelahan mata, gangguan pola tidur, dan berkurangnya interaksi sosial dengan keluarga maupun teman sebaya. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dan guru dalam mendampingi anak di era digital.
Karena itu, pengawasan dan pendampingan dari orang tua serta guru sangat diperlukan agar penggunaan handphone tetap berada pada batas yang wajar. Dengan pemanfaatan yang bijak, handphone dapat menjadi media yang mendukung pembelajaran dan menambah wawasan anak, tanpa mengganggu perkembangan sosial maupun kesehatan mereka.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi