Pengikut

Translate

,

Kenaikan BBM di Bone Tekanan Daya Beli Masyarakat dan Pelaku UMKM

Tim Redaksi
23 Jun 2026, 6/23/2026 WIB Last Updated 2026-06-23T10:40:59Z

Oleh :Nurmiati

Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia

Universitas Muhammadiyah Bone


Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir mulai memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan pribadi dan angkutan umum, tetapi juga oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada distribusi barang dan mobilitas usaha.


Meningkatnya harga BBM menyebabkan biaya transportasi ikut mengalami kenaikan. Kondisi ini berdampak langsung pada harga berbagai kebutuhan pokok yang harus didistribusikan dari daerah produksi ke pasar-pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan. Akibatnya, masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Salah seorang warga Bone, mengaku harus mengurangi beberapa pengeluaran rumah tangga sejak harga BBM mengalami kenaikan. Menurutnya, biaya transportasi yang meningkat membuat penghasilan keluarga tidak lagi mencukupi seperti sebelumnya.


"Sekarang semua terasa lebih mahal. Ongkos kendaraan naik, harga sayur dan bahan pokok juga ikut naik. Kami harus lebih hemat dalam mengatur pengeluaran," ujarnya saat ditemui di Pasar Sentral Bone.


Kondisi serupa juga dirasakan para pelaku UMKM. Banyak pemilik usaha kecil mengeluhkan meningkatnya biaya produksi dan distribusi yang berimbas pada menurunnya keuntungan usaha. Beberapa di antaranya bahkan terpaksa menaikkan harga produk meskipun khawatir kehilangan pelanggan.


Pemilik usaha kuliner di Kecamatan Tanete Riattang, mengatakan bahwa kenaikan harga BBM menyebabkan biaya pengadaan bahan baku dan pengiriman barang meningkat.


"Kami berada dalam posisi sulit. Jika harga makanan dinaikkan, pelanggan bisa berkurang. Namun jika tidak dinaikkan, keuntungan usaha semakin kecil," katanya.


Menurut pelaku usaha, sektor kuliner, perdagangan eceran, jasa transportasi, dan distribusi barang merupakan sektor yang paling terdampak oleh kenaikan BBM. Sebagian usaha memilih mengurangi jumlah produksi untuk menekan biaya operasional, sementara yang lain berusaha mempertahankan harga dengan mengurangi margin keuntungan.


 kenaikan BBM memiliki dampak berantai terhadap perekonomian daerah. Tidak hanya meningkatkan biaya operasional usaha, tetapi juga menurunkan daya beli masyarakat yang pada akhirnya memengaruhi tingkat penjualan para pelaku usaha.


"Ketika biaya hidup masyarakat meningkat, konsumsi cenderung menurun. Dampaknya dirasakan langsung oleh pelaku usaha karena jumlah pembeli berkurang," ujarnya.


Di sejumlah SPBU di Kabupaten Bone, masyarakat sempat melakukan pembelian BBM dalam jumlah besar setelah beredarnya informasi mengenai kemungkinan kenaikan harga. Situasi tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular di beberapa titik pengisian bahan bakar. Namun, pihak terkait memastikan bahwa stok BBM di wilayah Bone tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.


Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan karena dapat memicu kelangkaan sementara di lapangan. Selain itu, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok guna mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak wajar.


Pengamat ekonomi menilai bahwa kenaikan BBM merupakan kebijakan yang memiliki konsekuensi luas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, seperti pemberian bantuan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dukungan bagi pelaku UMKM, serta pengawasan distribusi barang agar harga tetap terkendali.


Di tengah situasi tersebut, masyarakat berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang mampu mengurangi beban ekonomi yang mereka hadapi. Bantuan yang tepat sasaran dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu pelaku usaha tetap bertahan di tengah meningkatnya biaya operasional.


Kenaikan BBM memang menjadi tantangan bagi berbagai pihak. Namun dengan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan sehingga roda perekonomian Kabupaten Bone tetap bergerak dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi