Pengikut

Translate

,

Literasi Digital Menjadi Kunci Menangkal Penyebaran Hoaks di Era Informasi

Tim Redaksi
24 Jun 2026, 6/24/2026 WIB Last Updated 2026-06-25T03:22:21Z

Oleh : Musdalifa 

Mahasiswi Unim Bone 


Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Melalui media sosial, portal berita, dan aplikasi percakapan, informasi dapat diakses dan dibagikan dalam waktu singkat. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti dengan meningkatnya penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks. Kondisi ini mendorong pemerintah, lembaga pendidikan, media massa, dan masyarakat untuk memperkuat literasi digital sebagai upaya menciptakan masyarakat yang lebih kritis dalam menerima informasi.


Kemudahan akses internet memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai informasi mengenai pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pelayanan publik kini dapat diperoleh dengan cepat melalui telepon pintar. Meski demikian, tidak semua informasi yang beredar memiliki sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih dan memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.


Penyebaran hoaks masih menjadi tantangan di era digital. Informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman, keresahan, bahkan memengaruhi pengambilan keputusan masyarakat. Oleh sebab itu, kemampuan memeriksa kebenaran informasi menjadi bagian penting dari literasi digital yang harus dimiliki setiap pengguna internet.


Di lingkungan pendidikan, penguatan literasi digital terus menjadi perhatian. Perguruan tinggi dan sekolah mendorong peserta didik untuk memanfaatkan teknologi secara bijak serta menggunakan sumber informasi yang kredibel dalam proses pembelajaran. Berbagai kegiatan seperti seminar, pelatihan, dan diskusi mengenai literasi digital juga diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi arus informasi.


Perpustakaan turut mendukung upaya tersebut melalui penyediaan buku elektronik, jurnal ilmiah, dan layanan perpustakaan digital. Fasilitas ini memudahkan mahasiswa dan masyarakat memperoleh referensi yang lebih akurat sehingga tidak hanya bergantung pada informasi yang beredar di media sosial.


Pemerintah bersama berbagai lembaga juga terus menggalakkan program literasi digital melalui edukasi dan kampanye kepada masyarakat. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menggunakan media digital secara bijaksana serta mengurangi penyebaran hoaks di ruang digital.


Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi, literasi digital menjadi keterampilan yang semakin penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui kerja sama antara pemerintah, dunia pendidikan, media massa, dan masyarakat, diharapkan budaya literasi digital terus berkembang sehingga masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi