UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar program bertajuk "Diskusi Partisipatif Perempuan dalam Pembangunan Desa: Penguatan Peran Ibu dalam Pendidikan Anak dan Gotong Royong" di Kantor Desa Lamoncong, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog bagi ibu-ibu PKK, kader Posyandu, guru, serta perempuan aktif di Desa Lamoncong untuk berbagi pengalaman, menyampaikan aspirasi, sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai motor pembangunan keluarga dan masyarakat.
Program ini lahir dari hasil observasi mahasiswa KKN yang melihat budaya masyarakat, khususnya para ibu, yang rutin berkumpul dan berbincang pada sore hari. Kebiasaan tersebut dinilai sebagai modal sosial yang dapat dimanfaatkan menjadi forum diskusi yang lebih produktif terkait pendidikan anak dan penguatan budaya gotong royong.
Melalui metode Focus Group Discussion (FGD), peserta diajak berdiskusi mengenai pola pengasuhan anak, tantangan pendidikan di era modern, serta upaya mempertahankan nilai kebersamaan yang telah lama mengakar di Desa Lamoncong. Suasana berlangsung hangat dan interaktif karena setiap peserta diberi kesempatan menyampaikan pandangan maupun pengalaman pribadi.
Dalam sesi refleksi, para peserta mengenang berbagai permainan tradisional yang pernah menjadi bagian dari masa kecil mereka. Ibu Sumarni, warga Dusun Bakung, mengungkapkan bahwa permainan seperti rumah-rumahan, masak-masakan menggunakan tanah, dan lompat tali bukan sekadar hiburan, tetapi juga mengajarkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan saling menghargai.
Peserta lainnya turut mengenang permainan petak umpet hingga berenang di sungai yang dinilai mampu membentuk keberanian, kemandirian, serta kedekatan anak dengan lingkungan sekitar.
Diskusi kemudian berlanjut pada pentingnya pendidikan anak di lingkungan keluarga. Salah seorang guru yang hadir, Farmawati, S.Pd., menilai tantangan terbesar orang tua saat ini adalah membangun komunikasi yang efektif dengan anak.
"Anak-anak terkadang kurang mendengarkan ketika diberi nasihat. Di sisi lain, orang tua juga perlu konsisten dalam mendidik dan tidak selalu menuruti semua keinginan anak. Harapannya, anak dapat memahami bahwa setiap nasihat yang diberikan merupakan bentuk kasih sayang dan demi kebaikan mereka," ujarnya.
Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan perspektif anak. Salah seorang peserta, Alya, menyampaikan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak akan membuat anak lebih nyaman dalam menyampaikan pendapat maupun perasaannya.
Penanggung jawab program, Trisna Jaya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menghimpun aspirasi perempuan sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai pendidik pertama dalam keluarga.
"Melalui diskusi ini kami ingin menghadirkan ruang bagi para ibu untuk saling berbagi pengalaman, menyampaikan harapan, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai pendidik pertama di dalam keluarga. Kami berharap aspirasi yang dihimpun dapat menjadi masukan bagi pemerintah desa dalam merancang program pemberdayaan masyarakat ke depan," katanya.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi kreatif Pohon Harapan, yakni menuliskan harapan tentang pendidikan anak, keharmonisan keluarga, dan masa depan Desa Lamoncong pada lembar berbentuk daun yang kemudian ditempelkan pada media berbentuk pohon.
Seluruh hasil diskusi selanjutnya dirangkum dalam dokumen Rangkuman Aspirasi Perempuan Desa Lamoncong sebagai luaran program kerja mahasiswa KKN.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui penguatan partisipasi perempuan dalam pembangunan desa serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan mendorong peran keluarga, terutama ibu, dalam mendukung pendidikan anak.
Melalui pendekatan partisipatif tersebut, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara masyarakat dan pemerintah desa dalam mewujudkan lingkungan yang peduli terhadap pendidikan, keharmonisan keluarga, serta pelestarian nilai gotong royong.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi