Pengikut

Translate

,

Mahasiswa KKN Unhas Latih Peternak Maros Bangun Bank Pakan Mandiri Hadapi Musim Kemarau

Tim Redaksi
28 Jul 2026, 7/28/2026 WIB Last Updated 2026-07-29T03:26:53Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,MAROS--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Angkatan 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi bertajuk "Identifikasi Tanaman Pakan Musim Kemarau dan Pelatihan Teknik Sederhana Budidaya Rumput Stek Batang" di Desa Botolempangan, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Selasa (28/7/2026).


Kegiatan yang dipandu mahasiswa KKN, Sapri Yunus, tersebut diikuti para peternak, masyarakat, serta perangkat desa. Program ini bertujuan memberikan solusi terhadap persoalan berkurangnya ketersediaan dan kualitas hijauan pakan ternak (HPT) saat musim kemarau yang selama ini berdampak pada menurunnya produktivitas dan kesehatan ternak.


Dalam pemaparannya, Sapri menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama persoalan tersebut adalah masih terbatasnya pengetahuan peternak dalam mengenali tanaman pakan yang tahan terhadap kondisi kering, serta belum optimalnya penerapan budidaya pakan secara mandiri.



"Melalui sosialisasi ini, kami ingin membantu masyarakat mengenali perbedaan rumput sebagai sumber energi dan tanaman legum atau kacang-kacangan sebagai sumber protein bagi ternak," ujarnya.


Materi yang disampaikan meliputi pengenalan berbagai jenis rumput unggul, seperti Rumput Gajah, Pakchong, Red Napier, Zanzibar, dan Setaria. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan tanaman legum, di antaranya Lamtoro, Gamal, Indigofera, Kaliandra, dan daun kelor sebagai sumber protein.


Menurut Sapri, kombinasi hijauan pakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ternak tanpa harus bergantung pada pakan pabrikan yang harganya relatif mahal.


Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai tanaman pengganggu dan gulma beracun yang berpotensi membahayakan kesehatan ternak apabila ikut dikonsumsi.


Sebagai bentuk praktik lapangan, mahasiswa KKN memberikan pelatihan budidaya rumput menggunakan metode stek batang. Teknik ini dinilai sederhana, murah, dan mudah diterapkan sehingga peternak dapat membangun "bank pakan" secara mandiri di lahan masing-masing guna menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun.


Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peternak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai kendala penyediaan pakan di musim kemarau serta strategi pengelolaan pakan yang lebih efektif.


Melalui program pengabdian masyarakat ini, mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Unhas berharap masyarakat Desa Botolempangan dapat menerapkan budidaya pakan secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko kekurangan pakan saat musim kemarau, meningkatkan produktivitas ternak, serta mendorong kesejahteraan peternak di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi