Pengikut

Translate

,

Wabup Bone Minta Usut Dugaan Mafia BBM, Pemkab Bergerak Atasi Kelangkaan BBM dan LPG

Tim Redaksi
29 Jul 2026, 7/29/2026 WIB Last Updated 2026-07-29T23:31:31Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M., memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk membahas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kabupaten Bone. Rapat berlangsung di Ruang Rapim Kantor Bupati Bone, Rabu (29/7/2026).


Rapat tersebut menjadi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bone dalam merespons keluhan masyarakat terkait terbatasnya pasokan BBM dan LPG yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.


Dalam arahannya, Andi Akmal Pasluddin menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan guna mencari solusi sekaligus memastikan distribusi BBM dan LPG kembali normal.


Menurutnya, kelangkaan BBM tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, sektor transportasi, pertanian, perikanan, hingga dunia usaha yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar.


Wakil Bupati juga meminta penyebab kelangkaan BBM diusut secara menyeluruh. Ia menginstruksikan seluruh pihak terkait memperkuat pengawasan dan koordinasi agar setiap potensi penyimpangan dalam proses distribusi dapat segera terungkap.


"Apabila memang ada indikasi praktik mafia BBM yang menyebabkan terganggunya distribusi dan merugikan masyarakat, maka harus ditemukan dan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Distribusi BBM harus tepat sasaran dan tidak boleh dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi dengan mengorbankan kepentingan masyarakat," tegas Andi Akmal Pasluddin.


Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bone tidak akan mentoleransi segala bentuk penyalahgunaan distribusi BBM maupun LPG yang dapat memicu keresahan masyarakat dan mengganggu stabilitas ekonomi daerah.


Untuk itu, seluruh instansi terkait diminta terus menjalin koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum, pihak Pertamina, serta seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan distribusi energi.


Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan distribusi BBM dan LPG berlangsung lancar, transparan, tepat sasaran, serta sesuai ketentuan sehingga kebutuhan energi masyarakat Kabupaten Bone dapat terpenuhi.


Selain membahas distribusi energi, rapat TPID juga mengevaluasi dampak kelangkaan BBM dan LPG terhadap inflasi daerah. Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di tengah dinamika pasokan energi.


Andi Akmal Pasluddin turut mengajak seluruh perangkat daerah meningkatkan koordinasi dan memperkuat pengawasan di lapangan agar setiap persoalan yang muncul dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terukur.


Rapat koordinasi tersebut dihadiri para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Bone, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kelancaran distribusi BBM dan LPG demi kepentingan masyarakat Kabupaten Bone.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi