UJUNGPENAMEDIA.COM,SUPPA--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program edukasi pengelolaan limbah organik melalui Metode Takakura di Kantor Desa Tasiwalie, Kecamatan Suppa, pada Selasa, 28 Juli 2026.
Program kerja individu tersebut diinisiasi oleh Mutiara, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, sebagai upaya mendorong masyarakat mengelola sampah organik rumah tangga secara mandiri dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini berangkat dari hasil survei lapangan yang menunjukkan masih adanya kebiasaan sebagian warga membuang sampah dapur langsung ke laut. Praktik tersebut berpotensi mencemari lingkungan pesisir, menimbulkan bau tidak sedap akibat pembusukan, serta mengurangi keindahan kawasan pantai.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik sejak dari sumbernya. Metode Takakura diperkenalkan sebagai teknik pengomposan yang sederhana, praktis, tidak membutuhkan lahan luas, minim bau, dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.
Selain penyampaian materi, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai alat dan bahan yang digunakan dalam metode Takakura, seperti keranjang berpori, bantal sekam, kardus, kain berpori, kompos jadi, EM4, gula, air, serta limbah organik rumah tangga berupa sisa bahan dapur.
Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan kompos, mulai dari pembuatan larutan aktivator menggunakan gula, air, dan EM4, penyusunan media kompos di dalam keranjang, hingga proses penambahan limbah organik secara bertahap. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai perawatan kompos, proses fermentasi, serta ciri-ciri kompos yang telah matang dan siap digunakan.
Masyarakat Desa Tasiwalie mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka aktif berdiskusi mengenai jenis limbah organik yang dapat diolah serta manfaat kompos untuk menyuburkan tanaman dan mengurangi volume sampah rumah tangga.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat dapat menerapkan metode Takakura secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kebiasaan membuang sampah ke laut, menjaga kebersihan dan keindahan kawasan pesisir, melindungi ekosistem laut, serta menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah dan mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih dan berkelanjutan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi