Pengikut

Translate

,

Anggaran Porprov Bone Belum Jelas, Kesiapan Venue Atletik Dikhawatirkan Molor

Tim Redaksi
26 Okt 2026, 10/26/2026 WIB Last Updated 2026-10-27T05:26:37Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Persiapan Kabupaten Bone sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII yang dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026 menjadi perhatian serius. Menjelang pelaksanaan ajang olahraga tersebut, sejumlah persoalan masih membayangi, mulai dari kepastian anggaran hingga kesiapan venue pertandingan.


Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone bersama pengurus cabang olahraga (cabor). Pertemuan tersebut membahas kesiapan atlet, sarana dan prasarana, kebutuhan kontingen, serta dukungan pelayanan kesehatan selama penyelenggaraan Porprov.


Rapat dihadiri Ketua KONI Bone, Drs. Asiswa Karim, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Bone, H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd., jajaran pengurus KONI, perwakilan cabor, serta unsur Dinas Kesehatan.


Dalam pertemuan itu, Kadispora Bone, Andi Akbar, secara terbuka mengungkapkan sejumlah kendala yang perlu segera ditangani agar persiapan Porprov berjalan sesuai rencana.


“Anggaran sampai hari ini belum ada yang turun. Kita masih menunggu keputusan DPRD terkait penetapan anggaran untuk kegiatan Porprov,” ungkapnya.


Menurut Andi Akbar, keterbatasan waktu menjadi tantangan tersendiri bagi panitia pelaksana dan seluruh pihak yang terlibat. Sementara itu, sejumlah pekerjaan fisik di kawasan Stadion Lapatau Matannatikka masih perlu diselesaikan.


Ia menjelaskan, pemerintah daerah bersama pihak terkait masih menunggu kepastian besaran anggaran yang akan dialokasikan. Kondisi tersebut membuat panitia dan KONI harus menyiapkan langkah antisipasi agar kebutuhan masing-masing cabor tetap dapat diupayakan.


“Kami ini pelaksana di lapangan, bukan pengambil kebijakan. Karena itu, saya sampaikan apa adanya supaya teman-teman cabor juga memahami kondisi saat ini,” katanya.


Venue Atletik Dikejar Waktu


Selain persoalan anggaran, kesiapan venue atletik menjadi salah satu perhatian utama. Andi Akbar menilai progres pengerjaan lintasan perlu dipercepat mengingat waktu pelaksanaan Porprov semakin dekat.


Ia mencontohkan, pengerjaan penaburan material pada salah satu bagian lintasan disebut baru mencapai sekitar 10 meter dalam satu malam, sementara panjang bagian yang harus diselesaikan mencapai kurang lebih 400 meter.


Dengan progres tersebut, penyelesaian pekerjaan dikhawatirkan membutuhkan waktu lebih lama apabila tidak dilakukan percepatan.


Karena itu, ia meminta pengurus cabor atletik ikut mengambil peran dalam menyiapkan fasilitas pertandingan yang memungkinkan untuk dikerjakan secara mandiri, khususnya arena lompat jauh, lompat jangkit, tolak peluru, lempar lembing, dan lempar cakram.


“Pembukaan bisa saja dilaksanakan, tetapi kalau venuenya belum selesai, penggunaan fasilitas untuk pertandingan tentu menjadi persoalan,” tegasnya.


Andi Akbar juga menekankan bahwa kesiapan fasilitas tidak hanya menyangkut penyelesaian fisik, tetapi juga kelayakan dan keselamatan penggunaannya.


Salah satu yang menjadi perhatian adalah lapangan sepak bola. Menurutnya, rumput yang baru ditanam membutuhkan waktu sekitar enam bulan sebelum dinilai siap digunakan untuk pertandingan.


Dengan kondisi tersebut, penilaian terhadap kelayakan venue perlu dilakukan secara cermat agar pelaksanaan pertandingan tidak menimbulkan risiko bagi atlet maupun kerusakan fasilitas.


“Kalau kita berbicara standar, tentu masih banyak yang harus dibenahi. Sekarang yang kita pikirkan adalah kelayakan, apakah venue tersebut layak digunakan atau tidak,” jelasnya.


OPD Diharapkan Bantu Kebutuhan Cabor


Di tengah ketidakpastian anggaran, Andi Akbar menyebut Bupati dan Wakil Bupati Bone telah menyampaikan rencana pelibatan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu persiapan masing-masing cabang olahraga.


Melalui skema tersebut, setiap OPD diharapkan mengambil tanggung jawab dalam mendukung kebutuhan cabor yang ditugaskan kepadanya.


Langkah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kontingen sembari menunggu kepastian anggaran.


Andi Akbar turut menyinggung kebutuhan bonus atlet yang disebut mencapai Rp3 miliar serta pengadaan pakaian kontingen dengan nilai lebih dari Rp1 miliar. Namun, sejumlah kebutuhan tersebut masih menghadapi persoalan realisasi pembayaran.


Ia berharap penetapan anggaran segera memperoleh kepastian agar seluruh pihak dapat menyusun langkah kerja secara lebih terarah.


“Kita berharap ada kepastian penetapan anggaran secepatnya. Kalau tidak selesai dalam minggu ini, kita khawatir kegiatan tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, khususnya bagi cabor,” ujarnya.


Pelayanan Kesehatan dan Administrasi Peserta


Kesiapan pelayanan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam pembahasan rapat koordinasi tersebut.


KONI Bone menghadirkan perwakilan Dinas Kesehatan untuk membahas dukungan layanan medis bagi atlet, ofisial, dan pihak lain yang terlibat selama Porprov berlangsung.


Andi Akbar meminta koordinasi tersebut segera ditindaklanjuti, terutama untuk mengidentifikasi kebutuhan cabor yang berpotensi memulai pertandingan sebelum pembukaan resmi.


Sejumlah cabang olahraga, termasuk sepak bola dan judo, disebut berpotensi menggelar pertandingan lebih awal sehingga membutuhkan kesiapan layanan pendukung sejak awal kegiatan.


Sementara itu, terkait kartu identitas peserta, kartu VIP, dan administrasi lainnya, ia menjelaskan bahwa proses tersebut menjadi kewenangan pihak provinsi.


KONI Bone Ajak Semua Pihak Maksimalkan Sumber Daya


Sementara itu, Ketua KONI Bone, Drs. Asiswa Karim, mengajak seluruh pemangku kepentingan tetap optimistis menghadapi Porprov XVIII. Ia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran secara efektif, koordinasi lintas sektor, serta penentuan prioritas kebutuhan kontingen.


Menurut Asiswa, keterbatasan anggaran bukan hanya dihadapi Kabupaten Bone. Karena itu, seluruh pihak diminta memaksimalkan sumber daya yang tersedia, terutama untuk pembinaan atlet dan pelaksanaan training center (TC) atau pemusatan latihan.


“Gunakan saja apa yang ada pada kita. Kita harus melihat kondisi keuangan saat ini, karena keterbatasan anggaran bukan hanya dialami Kabupaten Bone,” ujarnya.


Asiswa menyebut alokasi anggaran persiapan Porprov dalam APBD Pokok Bone mencapai Rp2,6 miliar. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat keterbatasan pada sejumlah pos kebutuhan, termasuk perlengkapan kontingen dan pakaian defile.


Ia berharap proses administrasi dan pencairan dana dapat berjalan lebih efektif sehingga kebutuhan atlet dan ofisial dapat dipenuhi tepat waktu.


Selain kebutuhan kontingen, rapat persiapan juga menyinggung dukungan teknis bagi sejumlah cabang olahraga, termasuk penyediaan tenda, perahu karet, dan kapal untuk kegiatan olahraga di wilayah perairan.


Penentuan lokasi pertandingan, khususnya untuk cabang olahraga dayung, harus mempertimbangkan faktor keselamatan atlet, kondisi gelombang laut, serta aktivitas operasional di kawasan pelabuhan.


Asiswa juga mendorong keterlibatan pihak swasta, BUMN, dan masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan Porprov sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.


Terkait kegiatan dayung di Pelabuhan Bajoe, ia berharap koordinasi dengan pihak terkait, termasuk ASDP, dapat menghasilkan solusi mengenai akses bagi atlet dan ofisial yang memiliki kartu identitas resmi tanpa mengabaikan kepentingan operasional maupun hak masyarakat.


Menunggu Kepastian Menjelang Pelaksanaan


Berbagai persoalan yang mengemuka dalam rapat koordinasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan Porprov XVIII.


Kepastian anggaran, percepatan penyelesaian venue, pemenuhan kebutuhan kontingen, serta kesiapan layanan kesehatan menjadi sejumlah aspek yang perlu segera ditindaklanjuti.


KONI Bone berharap koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD, OPD, panitia pelaksana, dan pengurus cabor semakin diperkuat agar persiapan dapat berjalan lebih terarah.


Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, seluruh pihak diharapkan mampu menyelesaikan kendala yang ada dan memastikan fasilitas pertandingan memenuhi aspek kelayakan serta keselamatan.


Kabupaten Bone bersama Kabupaten Wajo dijadwalkan menjadi tuan rumah Porprov Sulawesi Selatan XVIII pada 7–14 November 2026. Keberhasilan penyelenggaraan ajang tersebut akan bergantung pada kesiapan teknis, dukungan anggaran, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. (*)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi