UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., mengajak masyarakat untuk mengabadikan kisah sukses, pengalaman hidup, dan berbagai prestasi dalam bentuk tulisan. Upaya tersebut dinilai penting agar pengalaman berharga dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi generasi mendatang.
Ajakan itu disampaikan saat membuka Festival Literasi (Feslit) Kabupaten Bone Tahun 2026 di pelataran Perpustakaan Umum Daerah Bone, Kota Watampone, Senin (26/10/2026).
Festival yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bone tersebut mengusung tema “Literasi Mengakar, Bone Bertumbuh” dan berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Asman menegaskan bahwa literasi harus dikembangkan menjadi gerakan bersama yang tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di berbagai kecamatan.
“Kegiatan seperti ini bisa kita laksanakan di luar Kota Watampone, misalnya di Kecamatan Barebbo dan kecamatan lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pemerataan kegiatan literasi penting untuk memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, serta mendorong masyarakat agar terus belajar dan mengembangkan potensi diri.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menuliskan pengalaman dan perjalanan keberhasilan yang dapat memberikan pelajaran bagi orang lain.
Bupati mencontohkan keberhasilan Kedai Rakyat yang disebut memiliki pendapatan hingga ratusan juta rupiah per bulan, serta Surya Indah H. Hanafing yang dinilai berhasil membangun usaha.
Menurutnya, kisah para pelaku usaha tersebut dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda yang ingin merintis usaha, mengembangkan kreativitas, dan membangun kemandirian ekonomi.
Karena itu, pengalaman dalam menghadapi tantangan, merintis usaha, hingga mencapai keberhasilan perlu didokumentasikan melalui tulisan dan publikasi agar dapat memberikan manfaat lebih luas.
Melalui penulisan buku tentang kisah sukses, pengalaman seseorang tidak hanya menjadi catatan perjalanan hidup, tetapi juga dapat menjadi referensi dan sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya.
Bupati menegaskan, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi mencakup kemampuan memahami informasi, berbagi pengetahuan, serta mengambil pelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kualitas hidup.
Hadirkan Pameran Perpustakaan Desa dan Kampus
Festival Literasi Kabupaten Bone Tahun 2026 turut menghadirkan stan pameran dari perpustakaan desa dan perguruan tinggi se-Kabupaten Bone.
Pameran tersebut menjadi ruang bagi pengelola perpustakaan untuk memperkenalkan program, koleksi, inovasi, serta berbagai kegiatan literasi yang dikembangkan di wilayah masing-masing.
Keterlibatan perpustakaan desa dan perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan minat baca, memperluas akses informasi, serta menumbuhkan budaya belajar di tengah masyarakat.
Festival ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pengelola perpustakaan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Melalui tema “Literasi Mengakar, Bone Bertumbuh”, kegiatan ini diharapkan mendorong lahirnya masyarakat yang berpengetahuan, kreatif, dan inovatif.
Pengembangan literasi secara merata diharapkan dapat membantu masyarakat Kabupaten Bone memanfaatkan pengetahuan dan informasi untuk mengembangkan potensi diri sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
Pembukaan festival tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bone, Camat Tanete Riattang, serta unsur terkait lainnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi