UJUNGPENAMEDIA.COM,MAKASSAR--Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Ny. Naoemi Octarina Sudirman, menghadiri peluncuran Aksi Stop Stunting Tahun 2026 di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026).
Program ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pencegahan dan penurunan angka stunting di Sulawesi Selatan dengan melibatkan pemerintah daerah, kader PKK, Posyandu, serta berbagai pemangku kepentingan.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Sulawesi Selatan mencapai 23,3 persen dan menempatkan provinsi ini pada urutan ke-16 secara nasional. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius sehingga diperlukan penguatan intervensi yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Pada 2026, Aksi Stop Stunting menargetkan 3.060 desa dan kelurahan yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Untuk mencapai target tersebut, keterlibatan seluruh jajaran TP PKK dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan dinilai sangat penting.
Dalam arahannya, Naoemi menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Setiap pihak diharapkan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal agar intervensi pencegahan stunting benar-benar menjangkau keluarga sasaran.
Ia meminta Ketua TP PKK kabupaten/kota memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam mengawal kebijakan, dukungan anggaran dan logistik, serta memantau pelaksanaan dan capaian program di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Ketua TP PKK kecamatan diharapkan aktif melakukan pembinaan, pengawasan, dan pemantauan secara berkesinambungan guna memastikan program berjalan sesuai sasaran.
“Saya berharap seluruh jajaran TP PKK, mulai dari kabupaten/kota hingga kecamatan, dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya dengan baik. Koordinasi harus terus diperkuat agar pelaksanaan Aksi Stop Stunting berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Naoemi.
Kader PKK dan Posyandu Jadi Garda Terdepan
Naoemi juga menekankan pentingnya peran kader PKK dan Posyandu sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting. Para kader diharapkan melakukan pendampingan langsung kepada keluarga melalui kunjungan rumah secara rutin, edukasi dan konseling gizi, serta penguatan perubahan perilaku dalam pola asuh dan penerapan kesehatan lingkungan.
Untuk menunjang efektivitas pendampingan, peningkatan kapasitas kader menjadi salah satu prioritas. Sebelum turun ke lapangan, kader perlu mendapatkan pembekalan dan pelatihan teknis, mulai dari penggunaan aplikasi, pengisian formulir pendataan, hingga tata cara pengukuran dan pemantauan pertumbuhan anak secara akurat.
Terkait kendala teknis, khususnya keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah, pengumpulan data dapat dilakukan terlebih dahulu menggunakan formulir manual. Selanjutnya, data akan diinput oleh petugas penanggung jawab atau Person in Charge (PIC) yang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.
Dukungan pemerintah kabupaten/kota dalam menyediakan akses internet dan kebutuhan operasional kader juga diperlukan agar pelaksanaan program berjalan lancar.
Melalui Aksi Stop Stunting 2026, TP PKK Sulawesi Selatan mengajak pemerintah daerah, Forkopimda, Dinas Kesehatan, kader Posyandu, dan seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mempercepat penurunan stunting.
Keterlibatan keluarga turut menjadi faktor penting, terutama dalam menjaga kesehatan ibu, memenuhi kebutuhan gizi anak, menerapkan pola asuh yang tepat, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Dengan kolaborasi dan komitmen seluruh pihak, program ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” menjadi seruan untuk mengingatkan bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama.
Upaya yang dilakukan sejak dini diharapkan mampu melahirkan generasi Sulawesi Selatan yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai bagian dari terwujudnya Generasi Emas Indonesia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi