UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone menegaskan bahwa posisi daerahnya dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 bukan sekadar sebagai daerah pendukung Kabupaten Wajo.
Bone memiliki kedudukan dan hak yang sama sebagai tuan rumah dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Penegasan itu disampaikan Ketua KONI Bone, Asiswa Karim, dalam konferensi pers pelaksanaan Porprov XVIII Sulsel 2026 di Sekretariat KONI Bone, Kompleks Stadion Lapatau Matanna Tikka, Watampone, Kamis (5/11/2026).
Dalam konferensi pers yang dipandu Koordinator Kehumasan Porprov 2026, Barham, tersebut, Asiswa menjelaskan bahwa pada pelaksanaan Porprov sebelumnya di Sinjai, Kabupaten Wajo memang ditetapkan sebagai tuan rumah tunggal.
Namun, dalam perkembangannya, skema penyelenggaraan mengalami perubahan dengan melibatkan Kabupaten Bone sebagai daerah penyelenggara.
Meski demikian, Asiswa menilai penyebutan Bone hanya sebagai daerah yang membantu Wajo tidak tepat. Sebab, Bone memiliki legitimasi dan tanggung jawab yang setara dalam menyukseskan Porprov 2026.
“Saya tidak sependapat jika dikatakan Bone hanya membantu Wajo. Bone memiliki hak yang sama sebagai tuan rumah. Karena itu, mari kita tempatkan posisi ini secara proporsional,” tegasnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Porprov setiap empat tahun merupakan amanah regulasi keolahragaan. Bone yang sebelumnya juga pernah menjadi tuan rumah, kini kembali mendapat tanggung jawab untuk menyukseskan agenda olahraga tingkat Sulawesi Selatan tersebut.
Dari sisi teknis pertandingan, Kabupaten Bone akan menggelar 24 dari total 45 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Porprov XVIII Sulsel 2026. Sementara itu, terdapat lima cabang olahraga yang tidak diikuti oleh kontingen Bone.
Asiswa juga meluruskan pemahaman terkait penghitungan jumlah cabang olahraga. Menurutnya, kategori putra dan putri dalam satu cabang olahraga tetap dihitung sebagai satu cabor.
Hal tersebut berlaku, misalnya, pada sepak bola dan futsal yang mempertandingkan kategori putra dan putri.
“Jangan sampai terjadi kesalahpahaman dalam membaca jumlah cabang olahraga. Sepak bola putra dan putri, misalnya, tetap dihitung satu cabang olahraga, demikian pula beberapa cabor lainnya,” jelasnya.
Sementara untuk memperkuat kontingen, Bone menyiapkan sebanyak 762 atlet. Dari jumlah tersebut, 508 atlet akan bertanding di wilayah Bone, sedangkan sisanya akan berlaga di Kabupaten Wajo.
Secara keseluruhan, kontingen Kabupaten Bone berjumlah 1.148 orang, termasuk atlet dan unsur pendukung lainnya.
Tidak hanya berfokus pada kesuksesan penyelenggaraan, KONI Bone juga memasang target ambisius dalam perburuan prestasi. Bersama seluruh pengurus cabang olahraga, KONI telah melakukan pembahasan dan menyepakati proyeksi perolehan medali.
Hasilnya, kontingen Bone membidik total 245 medali pada Porprov XVIII Sulsel 2026.
“Target medali ini merupakan hasil pembahasan bersama seluruh cabang olahraga. Tentu kami berharap target tersebut dapat tercapai sehingga kontingen Bone mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah,” ujar Asiswa.
KONI Bone berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan dapat berjalan optimal. Kesiapan atlet dan pelatih, koordinasi antarpengurus cabang olahraga, serta dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan perhelatan tersebut.
Bagi Kabupaten Bone, Porprov XVIII Sulsel 2026 bukan sekadar momentum menjadi tuan rumah. Ajang ini sekaligus menjadi kesempatan membuktikan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan kompetisi olahraga sekaligus menunjukkan kemampuan atlet Bone bersaing dan meraih prestasi di tingkat provinsi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi