,

Bone Jadi Lokasi Groundbreaking Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Investasi Rp20 Triliun Dukung MBG dan Ketahanan Protein

Tim Redaksi
6 Feb 2026, 2/06/2026 WIB Last Updated 2026-02-07T01:10:55Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Pemerintah Kabupaten Bone bersama Kementerian Pertanian dan sejumlah mitra strategis resmi memulai Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) di Perkebunan PTPN Dekko, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026).


Program hilirisasi peternakan terintegrasi (poultry) ini akan dikembangkan di 30 titik yang dikelola PT Berdikari (Persero). Pada tahap awal, dibangun enam unit peternakan ayam pedaging dan petelur untuk memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Groundbreaking fase pertama ini juga dilakukan serentak secara nasional di enam lokasi, yakni Kabupaten Malang (Jawa Timur), Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Kalimantan Timur.


Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional “Mandiri Protein di Setiap Provinsi” guna memperkuat ketahanan pangan serta mendukung pelaksanaan MBG. Pemerintah menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun melalui Danantara.


Kegiatan di Bone dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Asisten II Setda Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran Forkopimda Bone, pimpinan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), PTPN I, unsur Kementerian Pertanian, OPD terkait, serta perwakilan dunia usaha.


Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem peternakan nasional. Ia mengaku bersyukur Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Bone, menjadi lokasi pelaksanaan groundbreaking.


Ia berharap pembangunan berjalan lancar dan memberi dampak luas bagi masyarakat. Menurutnya, program hilirisasi ayam terintegrasi akan memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir, mulai pembibitan, pakan, hingga produk olahan.


“Kami berharap produksi meningkat, kualitas terjaga, dan pendapatan peternak lokal terdongkrak,” ujarnya.


Bupati menegaskan, fase pertama di Bone diharapkan menjadi solusi permanen atas fluktuasi harga pakan dan DOC (day old chick), sekaligus memperkuat ekosistem agribisnis peternakan berbasis data dan potensi wilayah.


Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc., IPU, menjelaskan pembangunan industri ayam terintegrasi mencakup breeding, hatchery, unit pengolahan, hingga distribusi di sejumlah provinsi.


“PTPN I telah menyiapkan lahan di Kebun Dekko dan Mappesangka untuk mewujudkan ekosistem yang mandiri dan terintegrasi,” jelasnya.


Sementara itu, Asisten II Setda Provinsi Sulsel Andi Darmawan Bintang, M.Dev., PLG, yang mewakili Gubernur Sulsel, menegaskan pembangunan infrastruktur peternakan ini bertujuan menjamin ketersediaan daging ayam dan telur, khususnya untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.


“Mari jadikan Sulawesi Selatan sebagai pelopor hilirisasi peternakan,” pungkasnya.


Kegiatan ini juga dihadiri Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sulsel, Kepala Balai Veteriner Kementan di Maros, Direktur/Kepala Polbangtan Bone, jajaran PTPN I Regional Head 8 Sulawesi, Direktur Utama PT Tiran Grup dan PT Ugi Agri Harapan Indonesia, serta karyawan PTPN dan PT SGN.

Iklan