,

PINTU Tambah 10 Tokenisasi Aset Global, Investor Kini Bisa Akses Saham hingga ETF Dunia Lewat Blockchain

Tim Redaksi
23 Feb 2026, 2/23/2026 WIB Last Updated 2026-02-23T11:16:52Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,JAKARTA--PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kembali memperluas pilihan instrumen investasinya. Kali ini, PINTU menambahkan 10 tokenisasi aset global yang sudah dapat diperdagangkan oleh seluruh pengguna di aplikasinya.


Dilansir dari Pintu Academy, tokenisasi merupakan proses merepresentasikan hak kepemilikan suatu aset ke dalam bentuk token digital yang disimpan di jaringan blockchain. Aset yang dapat ditokenisasi mencakup berbagai instrumen dunia nyata seperti mata uang, saham, obligasi, komoditas, hingga properti.


Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, mengungkapkan bahwa pada periode Februari hingga Maret 2026 pihaknya telah melisting 10 aset kripto berbasis tokenisasi. Deretan token tersebut meliputi Mastercard (MAX), JPMorgan Chase (JPMX), Chevron (CVXX), Advanced Micro Devices (AMDX), iShares 20+ Year Treasury Bond ETF (TLTX), Eli Lilly (LLYX), iShares Core US Aggregate Bond ETF (AGGX), iShares Core MSCI EAFE ETF (IEFAX), UnitedHealth (UNHX), dan PepsiCo (PEPX).


“Pilihan tokenisasi aset ini memungkinkan investor kripto melakukan diversifikasi, tidak hanya pada proyek berbasis kripto, tetapi juga pada tokenized asset seperti saham, Exchange Traded Fund (ETF), perak, dan emas dalam bentuk tokenisasi yang dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi PINTU,” jelas Iskandar.


Berdasarkan data dari rwa.xyz, pasar tokenisasi Real World Asset (RWA) menunjukkan pertumbuhan signifikan. Total nilai tokenisasi RWA secara on-chain telah mencapai US$25,03 miliar atau sekitar Rp423 triliun. Tren ini turut menjadi sorotan dalam ajang konferensi internasional Consensus Hong Kong, di mana tokenisasi RWA menjadi salah satu topik utama pembahasan.


Sejumlah pakar menilai bahwa pemanfaatan teknologi blockchain dalam tokenisasi aset menghadirkan efisiensi proses, penyelesaian transaksi yang lebih cepat, serta transparansi tinggi karena seluruh aktivitas tercatat dan dapat diverifikasi secara terbuka. Pertumbuhan sektor ini juga semakin didorong oleh partisipasi institusi besar di pasar global.


“Dengan penambahan puluhan tokenized asset di aplikasi PINTU, kini terdapat lebih dari 300 aset kripto yang dapat diinvestasikan dan diperdagangkan oleh pengguna. Ke depan, melihat potensi besar tokenisasi aset, kami akan terus menghadirkan beragam pilihan aset kripto yang relevan agar pengguna dapat melakukan diversifikasi portofolio secara optimal serta mengakses peluang investasi global dengan lebih mudah,” tutup Iskandar.

Iklan