,

Percepat Penurunan Stunting, Wabup Bone Tekankan Validitas Data hingga Tingkat Desa

Tim Redaksi
8 Mar 2026, 3/08/2026 WIB Last Updated 2026-03-09T03:48:29Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menghadiri sekaligus membuka Rapat Teknis Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 (Web Monitoring Bangda) yang digelar di Gedung PKK Watampone, Senin (9/3/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Petunjuk Teknis Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pemerintah Daerah dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting periode 2025–2029.


Melalui rapat teknis tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone juga melakukan sosialisasi terkait petunjuk teknis aksi konvergensi serta penggunaan Web Aksi Bangda milik Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sebagai sistem pelaporan pelaksanaan program penurunan stunting tahun 2026.


Kepala Bappeda Kabupaten Bone, A. Yusuf, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan tim Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan yang sebelumnya melakukan koordinasi terkait pelaksanaan aksi konvergensi stunting di daerah.


Menurutnya, rapat teknis ini menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh pihak terkait mengenai mekanisme pengisian dan pelaporan data melalui sistem Web Bangda.


“Dalam kegiatan ini akan dijelaskan secara rinci langkah-langkah pengisian data pada sistem Web Bangda sesuai petunjuk penggunaan aplikasi yang telah diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah pada Desember 2025. Kami berharap seluruh peserta dapat memahami alur penginputan data sehingga pelaporan dapat berjalan lebih sistematis, akurat, dan tepat waktu,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya komitmen dan kerja sama seluruh perangkat daerah, kecamatan hingga desa agar pelaksanaan aksi konvergensi stunting tahun 2026 dapat berjalan optimal.


Sementara itu, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Bone menyampaikan bahwa Web Bangda akan menjadi instrumen penting bagi pemerintah pusat dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program penanggulangan stunting di daerah.


“Web Bangda ini menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah pusat untuk memantau sejauh mana pelaksanaan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di daerah. Karena itu, data yang diinput harus benar-benar valid, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.


Ia menegaskan bahwa pengumpulan data tidak hanya melibatkan perangkat daerah, tetapi juga unsur di tingkat kecamatan, puskesmas hingga penyuluh keluarga berencana (PKB), bahkan hingga level kelurahan dan desa.


“Data yang dibutuhkan dalam sistem ini cukup detail hingga tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, keterlibatan kecamatan, puskesmas serta para penyuluh KB sangat diperlukan agar seluruh data dapat terinput dengan baik,” tambahnya.


Pemerintah Kabupaten Bone sendiri menunjukkan perkembangan positif dalam upaya menekan angka stunting. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Kabupaten Bone mengalami penurunan dari 25,3 persen pada tahun 2023 menjadi 21,9 persen pada tahun 2024.


Capaian tersebut juga mengantarkan Kabupaten Bone meraih peringkat ketiga terbaik dalam penanganan stunting di Sulawesi Selatan pada akhir tahun 2025.


Wakil Bupati Bone berharap melalui rapat teknis ini seluruh pemangku kepentingan dapat menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar program penanganan stunting di Kabupaten Bone dapat berjalan lebih efektif.


Rapat tersebut dihadiri perwakilan perangkat kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, serta unsur terkait lainnya yang memiliki peran penting dalam penyediaan dan pengelolaan data untuk proses penginputan ke dalam sistem konvergensi yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri.(*)


Iklan