,

Proyek Sekolah Rakyat di Bajoe Disorot, Tanah Timbunan Berserakan di Jalan Poros Rompe Picu Kekhawatiran Warga

Tim Redaksi
5 Apr 2026, 4/05/2026 WIB Last Updated 2026-04-05T13:38:02Z



UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE-- Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Bajoe, Dusun Rompe, kembali menuai sorotan publik. Aktivitas proyek tersebut diduga mengabaikan aspek keselamatan karena material tanah timbunan dibiarkan berserakan di badan jalan poros Barebbo–Bajoe, tepatnya di wilayah Rompe.


Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Material tanah yang menutupi sebagian badan jalan menimbulkan debu saat cuaca kering dan berubah licin ketika hujan turun, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.


Selain itu, debu dari tanah kering dinilai berpotensi memicu gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang beraktivitas di sekitar lokasi proyek. Paparan debu secara terus-menerus dapat menyebabkan batuk, sesak napas, hingga iritasi saluran pernapasan.


Saat hujan, material tanah berubah menjadi lumpur licin yang sangat berbahaya bagi pengendara roda dua maupun roda empat. Kondisi tersebut meningkatkan potensi tergelincir, kehilangan kendali, hingga kecelakaan di jalur poros yang memiliki mobilitas cukup tinggi.


Salah seorang warga Rompe, Asriadi alias Parkit, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan terus berlangsung. Menurutnya, pihak pengelola proyek harus bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat.


“Pengelola proyek tidak dibenarkan membiarkan sisa tanah timbunan tercecer di jalan poros Barebbo–Bajoe (Rompe). Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, tanah yang berserakan juga menimbulkan debu yang mengganggu para pengendara dan pengguna jalan lainnya,” tegasnya, Minggu (5/4/2026).


Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Rijal Harbin. Ia menilai kondisi jalan yang terdampak proyek sudah sangat meresahkan dan membutuhkan penanganan segera dari pihak terkait.


“Setiap hari kami lewat di jalan ini, dan kondisinya sangat mengganggu. Debu berterbangan saat kering, sementara kalau hujan jadi licin dan berbahaya. Ini harus segera ditangani sebelum benar-benar memakan korban,” ujarnya.


Kondisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan terkait kepatuhan pihak pelaksana proyek terhadap ketentuan teknis pekerjaan, termasuk kewajiban menjaga kebersihan serta keamanan lingkungan sekitar proyek. (IF)