Pengikut

,

Putra Bontocani Torehkan Prestasi, Dr. Herman Raih Gelar Doktor Unhas dengan Riset Strategis Ekspor Perikanan Bone

Tim Redaksi
25 Mei 2026, 5/25/2026 WIB Last Updated 2026-05-25T09:45:37Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,MAKASSAR--Dosen Universitas Cahaya Prima sekaligus Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Bone, Dr. Herman resmi meraih gelar doktor pada Program Studi S3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.


Gelar doktor tersebut diraih setelah Herman sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kemitraan Dalam Penanganan Hasil Perikanan Berbasis Ekspor di Kabupaten Bone” dalam sidang promosi doktor yang berlangsung di Makassar.


Dalam proses akademiknya, Herman dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. H. Badu Ahmad dan Co-Promotor Dr. H. Nurdin Nara.


Sementara dewan penguji terdiri dari sejumlah akademisi senior, yakni Prof. Dr. H. Akmal Ibrahim, Prof. Dr. Hasniati, Prof. Dr. Gita Susanti, serta penguji eksternal Prof. Dr. Dra. Hj. A. Cahaya.


Prestasi Herman menjadi perhatian karena mampu menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu relatif singkat. Ia tercatat mulai aktif sebagai mahasiswa Program S3 FISIP Unhas pada Januari 2024 dan berhasil menuntaskan studinya pada Mei 2026.


Selain aktif sebagai akademisi, Herman juga dikenal produktif dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Selama menempuh pendidikan doktoral, ia berhasil menghasilkan 11 karya ilmiah, termasuk satu jurnal internasional terindeks Scopus, serta menerbitkan dua buku ilmiah.


Pria kelahiran Desa Mattirowalie, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone itu juga disebut sebagai orang pertama di desanya yang berhasil meraih gelar doktor. Perjalanan akademiknya dinilai menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah terpencil untuk terus mengejar pendidikan tinggi dan prestasi akademik.


Dalam penelitiannya di Kabupaten Bone, Herman menemukan bahwa pengembangan ekspor perikanan membutuhkan penguatan kemitraan antaraktor, kepemimpinan relasional, dan komitmen organisasi yang lebih kuat.


Menurutnya, potensi perikanan Bone sangat besar, namun belum dioptimalkan secara maksimal dalam sistem ekspor nasional.


“Potensi perikanan ekspor di Kabupaten Bone sebenarnya sangat besar, namun diperlukan penguatan kemitraan antaraktor, kepemimpinan relasional, dan komitmen organisasi agar pengelolaan hasil perikanan dapat berjalan lebih efektif dan mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Dr. Herman.


Ia menambahkan, Kabupaten Bone memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat ekspor perikanan terbesar di Indonesia Timur apabila dikelola secara profesional dan terintegrasi.


“Kabupaten Bone memiliki posisi strategis karena dikelilingi daerah dengan potensi perikanan melimpah. Jika dikelola secara profesional dan terintegrasi, Bone sangat berpeluang menjadi salah satu pintu ekspor perikanan terbesar di Indonesia Timur,” tambahnya. (*)