Pengikut

Translate

,

Bupati Bone Lepas 900 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Siap Petakan Potensi dan Tantangan Ekonomi Daerah

Tim Redaksi
13 Jun 2026, 6/13/2026 WIB Last Updated 2026-06-14T04:12:26Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Pemerintah Kabupaten Bone bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone resmi mencanangkan dan melepas petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kompleks Halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Minggu (14/6/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M., Kepala BPS Kabupaten Bone H. Abdi Amin, S.E., M.M., Kasrem 141/Tp, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Pelepasan ratusan petugas sensus menandai dimulainya salah satu agenda statistik terbesar di Indonesia. Mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, para petugas akan melakukan pendataan secara langsung kepada pelaku usaha dan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bone.


Kepala BPS Kabupaten Bone, H. Abdi Amin, mengungkapkan sebanyak 900 petugas diterjunkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Jumlah tersebut menjadikan Bone sebagai daerah dengan petugas sensus terbanyak kedua di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar.


“Pendataan akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Seluruh petugas telah dibekali pelatihan yang komprehensif, mulai dari pemahaman substansi sensus, penggunaan aplikasi, hingga teknik wawancara untuk menjamin kualitas data yang dihasilkan,” ujarnya.


Menurut Abdi Amin, Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan yang kompleks karena mencakup berbagai sektor usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama untuk menghasilkan data yang akurat dan sesuai kondisi di lapangan.


Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan fondasi penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.


“Sensus ekonomi adalah pendataan sekaligus pemetaan yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah. Kualitas data sangat ditentukan oleh para petugas yang turun langsung ke lapangan,” tegasnya.


Ia menjelaskan, pendataan akan menjangkau seluruh pelaku ekonomi, mulai dari usaha mikro dan kecil hingga sektor industri yang lebih besar. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi acuan dalam merancang program pembangunan dan pemerataan ekonomi.


Bupati juga mengingatkan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat di tengah meningkatnya perhatian terhadap perlindungan data pribadi.


“Sering kali masyarakat ragu memberikan data karena khawatir informasi pribadinya disalahgunakan. Karena itu, kepercayaan masyarakat harus dibangun agar mereka yakin dan terbuka kepada petugas sensus,” katanya.


Selain itu, ia meminta para petugas memahami karakteristik masyarakat dan pelaku usaha yang menjadi sasaran pendataan. Menurutnya, strategi kunjungan yang tepat akan membantu proses pendataan berjalan lebih efektif dan menghindari kejenuhan responden.


Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, Bupati mendorong petugas agar berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, pemerintah desa dan kelurahan, kepala dusun, serta ketua lingkungan sebelum turun ke lapangan.


“Kalau memungkinkan, mereka dapat mendampingi petugas sehingga proses pendataan berjalan lebih lancar dan sukses,” tambahnya.


Lebih lanjut, Andi Asman menilai Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang mampu mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.


Menurutnya, meski Bone dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi, seperti kemiskinan ekstrem dan stunting.


“Data yang akurat sangat dibutuhkan agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan mampu mengurangi kesenjangan yang masih ada,” ujarnya.


Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BPS, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat, Kabupaten Bone optimistis dapat menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Sensus ini diharapkan tidak hanya menghasilkan data statistik yang berkualitas, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih adil, merata, dan berkelanjutan di Bumi Arung Palakka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi