Pengikut

Translate

,

HKG PKK dan HUT Dekranas 2026 di Makassar Diproyeksi Dongkrak Ekonomi Sulsel, 5.000 Peserta Siap Ramaikan UMKM dan Pariwisata

Tim Redaksi
26 Jun 2026, 6/26/2026 WIB Last Updated 2026-06-26T09:43:54Z

 


UJUNGPENAMEDIA.COM,MAKASSAR-- Penyelenggaraan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 yang akan berlangsung di Makassar pada 9–12 Juli 2026 diproyeksikan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan. Kehadiran sekitar 5.000 peserta dari berbagai provinsi diyakini akan memberikan dampak positif bagi sektor UMKM, jasa, pariwisata, hingga promosi produk unggulan daerah.


Selain menjadi agenda nasional, kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian, memperluas pasar bagi pelaku UMKM, mempromosikan wastra dan kriya unggulan, serta memperkuat citra Sulawesi Selatan sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan event berskala nasional.


Ketua Panitia Harian HUT Dekranas ke-46, Dr. Sukarniaty Kondolele, M.M., mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah merupakan momentum strategis untuk memperkuat posisi daerah sebagai pusat perdagangan, budaya, dan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Kawasan Timur Indonesia.


"Kami berharap Sulawesi Selatan tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga memperoleh manfaat nyata dari sisi ekonomi, sosial, budaya, serta promosi potensi daerah, khususnya produk kriya dan wastra unggulan," ujar Sukarniaty, Jumat (26/6/2026).


Menurutnya, ribuan peserta yang diperkirakan berada di Makassar selama empat hingga lima hari akan mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor, mulai dari UMKM, perhotelan, kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga penyedia jasa penyelenggaraan acara.


"Perputaran ekonomi bukan hanya terjadi saat acara berlangsung, tetapi juga sejak tahap persiapan hingga setelah kegiatan berakhir," jelasnya.


Salah satu agenda utama adalah Pameran Kriya dan Wastra Dekranasda se-Indonesia yang akan digelar pada 9–12 Juli 2026. Pameran tersebut diproyeksikan menjadi wadah peningkatan transaksi sekaligus memperluas jejaring pemasaran produk lokal.


Selain membuka akses pasar yang lebih luas, ajang ini juga diharapkan mampu melahirkan kemitraan bisnis antardaerah serta memperkuat jaringan distribusi produk unggulan.


"Harapan kami, pelaku UMKM dapat memperluas pasar, membangun kemitraan dengan daerah lain, meningkatkan kualitas produk, sekaligus memperkuat daya saing hingga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global," katanya.


Mengusung tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia", Dekranas 2026 dinilai selaras dengan upaya meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing karya para perajin Sulawesi Selatan.


Menurut Sukarniaty, Sulawesi Selatan memiliki beragam produk unggulan yang layak diperkenalkan kepada ribuan tamu dari seluruh Indonesia, mulai dari sutra khas Sulawesi Selatan, tenun Rongkong, kain Tope, kain Kajang, hingga berbagai produk kriya seperti ukiran dan kerajinan marmer.


"Kami ingin memperkenalkan bahwa Sulawesi Selatan bukan hanya dikenal karena sutranya, tetapi juga memiliki beragam wastra dan produk kriya berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional," ujarnya.


Tak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan, penyelenggaraan HKG PKK dan HUT Dekranas juga menjadi momentum memperkenalkan destinasi wisata Sulawesi Selatan sekaligus memperkuat branding daerah sebagai tuan rumah berbagai agenda nasional.


"Meski berada di Kawasan Timur Indonesia, kami ingin menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan siap menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan, budaya, pariwisata, serta industri MICE di Indonesia," tuturnya.


Ia berharap penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang investasi melalui promosi potensi unggulan daerah.


"Menjadi tuan rumah bukan sekadar sebuah kehormatan. Kami ingin kesempatan ini menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan ekonomi daerah, promosi potensi lokal, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan daya saing Sulawesi Selatan. Harapannya, dampak kegiatan ini dapat terus dirasakan bahkan setelah seluruh rangkaian acara berakhir," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi