Pengikut

Translate

,

Lebaran Anak Yatim dan Disabilitas di Bone, Bupati Andi Asman Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Tim Redaksi
24 Jun 2026, 6/24/2026 WIB Last Updated 2026-06-25T04:06:33Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Pemerintah Kabupaten Bone bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bone dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bone menggelar kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah di Lapangan Rumah Jabatan Bupati Bone, Kota Watampone, Kamis (25/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., Kepala Kantor Kemenag Bone Dr. Ahmad Yani, S.Ag., M.Ag., Ketua Baznas Bone Drs. H. Zainal Abidin, Ketua TP PKK Bone Hj. Maryam Andi Asman, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bone Andi Takdir, serta ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas.


Dalam kegiatan itu, para anak yatim dan penyandang disabilitas juga menerima bantuan pendidikan dan paket sembako sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan lembaga terkait.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa anak yatim piatu dan penyandang disabilitas harus menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat.


Menurutnya, keterbatasan ekonomi maupun kondisi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mengenyam pendidikan dan meraih cita-cita.


“Biasanya orang yang tidak ada, itu bersungguh-sungguh dalam belajar. Tidak ada yang mustahil. Ke depan, di sini anak yatim piatu akan ada yang menjadi camat, bupati, menteri bahkan presiden,” ujar Andi Asman saat memberikan motivasi kepada para peserta.


Ia juga meminta seluruh pihak terkait agar mendata anak-anak yatim di Kabupaten Bone, sehingga tidak ada yang kehilangan akses pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.


“Tolong juga didata anak yatim, sehingga jangan ada yang terputus sekolah. Tidak ada alasan sekarang tidak sekolah,” tegasnya.


Andi Asman menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bone saat ini juga tengah menyiapkan program Sekolah Rakyat yang ke depan ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa. Program tersebut turut didukung pembangunan sarana pendidikan dengan anggaran mencapai Rp230 miliar sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.


Melalui kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas ini, pemerintah berharap dapat menghadirkan perhatian, dukungan moral, dan semangat bagi anak-anak yatim serta penyandang disabilitas agar terus melanjutkan pendidikan dan menggapai masa depan yang lebih baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi