UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Bangunan bersejarah Mes Guru di Jalan Makmur, Kota Watampone, kembali menjadi pusat perhatian. Gedung cagar budaya yang menjadi saksi perjalanan sejarah Kabupaten Bone itu dipilih sebagai lokasi konferensi pers Gau Maraja 2026, festival budaya tahunan Sulawesi Selatan yang tahun ini dipercayakan kepada Kabupaten Bone sebagai tuan rumah.
Gau Maraja 2026 akan berlangsung pada 25–30 September 2026. Kegiatan yang digelar Kementerian Kebudayaan bersama berbagai pihak ini merupakan agenda budaya berskala besar yang diselenggarakan setiap tahun dan bergilir di kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang umumnya berlangsung satu hingga dua hari, pelaksanaan di Bone diperluas menjadi sepekan penuh. Langkah ini diharapkan memberi kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk menikmati, mengenal, sekaligus mewarisi kekayaan budaya leluhur.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Andi Murni, mengatakan pemilihan Mes Guru sebagai lokasi konferensi pers bukan tanpa alasan. Menurutnya, bangunan yang berada di bawah perhatian Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan itu memiliki nilai sejarah penting bagi dunia pendidikan dan perjalanan Kabupaten Bone.
"Gau Maraja bukan hanya sebuah festival, tetapi perhelatan besar yang mempertemukan sejarah, tradisi, seni, dan semangat masyarakat Sulawesi Selatan. Dari tempat bersejarah inilah kita ingin mengirim pesan bahwa budaya harus terus hidup di tengah generasi masa kini," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Bone, Andi Tenriawaru, yang mewakili Bupati Bone, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bone sebagai tuan rumah.
Ia menjelaskan, tema "Simponi Lumbung Pangan dan Budaya" menjadi ajakan agar pembangunan di Bone berjalan selaras antara penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi ekonomi dan pelestarian budaya sebagai jati diri daerah. Menurutnya, kedua aspek tersebut merupakan modal penting untuk mewujudkan Bone yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bone berharap Gau Maraja 2026 menjadi momentum memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.
Pelaksanaan Gau Maraja tahun ini akan tersebar di sembilan titik kegiatan, yakni enam lokasi di Kota Watampone dan tiga lokasi di luar kota.
Berbagai agenda budaya akan memeriahkan festival tersebut, mulai dari pameran budaya, pertunjukan seni tradisional, hingga ritual adat Mappasokko, yang menjadi salah satu tradisi sakral masyarakat Bone.
Selain itu, nilai Assitobonengeng atau semangat gotong royong diangkat sebagai ruh pelaksanaan Gau Maraja. Nilai kebersamaan yang diwariskan para leluhur diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga persatuan melalui pelestarian budaya.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pegiat budaya, komunitas, dan masyarakat, Gau Maraja 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata dalam menjaga dan mewariskan kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada generasi mendatang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi