Pengikut

Translate

,

Mahasiswa KKN Unhas Ajarkan Warga Desa Tasiwalie Olah Limbah Dapur Jadi Pupuk Organik Cair

Tim Redaksi
22 Jul 2026, 7/22/2026 WIB Last Updated 2026-07-23T01:51:20Z

 


UJUNGPENAMEDIA.COM,PINRANG--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar pelatihan pemanfaatan limbah dapur menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Kantor Desa Tasiwalie, Sabtu (18/7/2026).


Kegiatan yang diprakarsai Putri Hosiana Sulle, mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Unhas, mendapat sambutan hangat dari Kepala Dusun Parengki, Jafar Arif, Kepala Dusun Sabamparu, Safradi, S.Pd., serta diikuti warga setempat dengan pendampingan penuh seluruh mahasiswa KKN di posko.


Pelatihan ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar mampu memanfaatkan limbah rumah tangga, seperti kulit bawang merah, kulit bawang putih, cabai merah, dan air cucian beras pertama menjadi pupuk organik cair yang bernilai guna," ungkap Putri Hosiana Sulle 


 Dalam proses pembuatannya, digunakan minuman probiotik sebagai starter mikroorganisme dan satu sendok makan gula pasir untuk mendukung proses fermentasi.


"Pada sesi awal, peserta mendapatkan penjelasan mengenai kandungan nutrisi dan manfaat setiap bahan dalam meningkatkan kesuburan tanah serta pertumbuhan tanaman," jelasnya 


Selanjutnya, mahasiswa KKN mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan POC, mulai dari pencincangan bahan, pencampuran dengan air cucian beras dan bahan pendukung, teknik penutupan wadah, hingga proses fermentasi sampai pupuk siap digunakan.


Warga dari Dusun Parengki dan Dusun Sabamparu mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar dosis penggunaan POC untuk tanaman pekarangan maupun lahan pertanian, serta cara mengetahui hasil fermentasi yang telah matang dan siap diaplikasikan.


Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Tasiwalie dapat mengolah limbah dapur secara mandiri menjadi pupuk organik cair. Selain mengurangi volume sampah rumah tangga, inovasi sederhana tersebut diharapkan mampu menekan penggunaan pupuk kimia, mengurangi biaya perawatan tanaman, serta mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi