Pengikut

Translate

,

Bukan Sekadar Mengantar, Irwandi Burhan Sebut Momen Hari Pertama Sekolah Jadi Kenangan Seumur Hidup

Tim Redaksi
12 Jul 2026, 7/12/2026 WIB Last Updated 2026-07-13T05:47:24Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Wakil Ketua DPRD Bone, Irwandi Burhan, turut meramaikan Gerakan Ayah Mengantar Anak pada hari pertama masuk sekolah dengan mengantar putrinya, Aliya Aqilah Irwandi, ke SD Negeri 163 Lalebata, Kecamatan Lamuru, Senin (13/7/2026).


Politisi Partai Golkar itu tampak berjalan kaki bersama sang putri menuju sekolah. Menurutnya, kehadiran seorang ayah pada hari pertama sekolah bukan sekadar rutinitas mengantar anak, melainkan wujud kasih sayang, perhatian, dan dukungan moral yang memberikan dampak besar bagi tumbuh kembang anak.


"Anak-anak membutuhkan kehadiran kedua orang tuanya. Mengantar mereka ke sekolah pada hari pertama merupakan momen sederhana, tetapi memiliki makna besar dalam membangun rasa percaya diri, semangat belajar, dan kedekatan emosional dalam keluarga," ujar Irwandi.


Ia menilai, tindakan yang terlihat sederhana itu dapat menjadi kenangan berharga yang akan terus diingat anak hingga dewasa.


"Kelihatannya sederhana. Cuma mengantar, salim, dadah, lalu pulang. Tapi siapa tahu, bagi anak kita itu menjadi salah satu core memory yang akan selalu mereka ingat sampai besar nanti," katanya.


Irwandi juga mengingatkan bahwa masa ketika anak ingin didampingi orang tua, khususnya sosok ayah, tidak berlangsung selamanya. Karena itu, setiap kesempatan untuk hadir mendampingi anak sebaiknya dimanfaatkan sebaik mungkin.


"Anak-anak tidak mengukur kasih sayang dari seberapa keras atau sibuk orang tua mereka bekerja, melainkan dari momen-momen kehadiran nyata. Karena yang mereka ingat bukan seberapa sibuk bapaknya, tetapi kapan bapaknya hadir," jelasnya.


Ia pun mengapresiasi Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah yang dinilai mampu mendorong keterlibatan ayah dalam proses pendidikan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga, terutama ayah sebagai teladan bagi anak.


"Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ini harus menjadi budaya positif yang terus dibangun. Dengan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah, kita berharap lahir generasi Bone yang cerdas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang gemilang," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi