Pengikut

Translate

,

Bupati Bone Dorong Festival Gau Maraja 2026 Jadi Tonggak Kebangkitan Seni Budaya, Usung Tema "Lumbung Pangan Sepanjang Masa"

Tim Redaksi
5 Jul 2026, 7/05/2026 WIB Last Updated 2026-07-06T01:06:49Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menerima audiensi rombongan Gelora Kultura Management selaku pelaksana Festival Gau Maraja Seni Budaya Agraris Bone Tahun 2026 di Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin (6/7/2026).


Pertemuan tersebut membahas kesiapan pelaksanaan Festival Gau Maraja 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone. Festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696.


Dalam audiensi itu, Event Organizer (EO) Gau Maraja, Juan Manyala, memaparkan konsep dan rencana teknis pelaksanaan festival di hadapan Bupati Bone beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bone.


Menanggapi paparan tersebut, Bupati Bone menegaskan bahwa Festival Gau Maraja harus menjadi momentum kebangkitan seni dan budaya daerah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelaku dan pemerhati seni di Kabupaten Bone.


"Yang paling penting adalah bagaimana seluruh pemerhati seni dapat dilibatkan dalam kegiatan ini. Festival Gau Maraja merupakan kesempatan yang sangat berharga karena pelaksanaannya digilir di setiap kabupaten di Sulawesi Selatan. Jadi momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujar Andi Asman Sulaiman.


Bupati juga menginginkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh seni, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, komunitas budaya, hingga generasi muda agar festival benar-benar menjadi milik seluruh masyarakat Bone.


Selain memberikan berbagai masukan terhadap konsep kegiatan, Bupati turut mengoreksi sejumlah bagian rancangan pelaksanaan festival. Ia juga mengusulkan tema utama "Lumbung Pangan Sepanjang Masa" sebagai identitas Festival Gau Maraja 2026 karena dinilai selaras dengan konsep awal panitia yang mengangkat filosofi Lappo Ase sebagai simbol ketahanan pangan sekaligus kekayaan budaya agraris masyarakat Bone.


Tak hanya itu, Andi Asman juga mengusulkan pelaksanaan Pra Gau Maraja di seluruh kecamatan di Kabupaten Bone sebelum puncak festival digelar. Menurutnya, kegiatan tersebut akan menjadi sarana sosialisasi sekaligus ruang bagi setiap kecamatan untuk menampilkan potensi seni, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki.


"Saya berharap jika memungkinkan, Pra Gau Maraja dilaksanakan di setiap kecamatan. Masing-masing kecamatan dapat mengangkat potensi budaya dan kearifan lokalnya sebagai bagian dari promosi menuju festival utama. Dengan begitu, masyarakat akan lebih antusias dan memiliki rasa memiliki terhadap Gau Maraja," katanya.


Bupati berharap Festival Gau Maraja 2026 tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menjadi tonggak baru dalam pengembangan seni, budaya, dan pariwisata Kabupaten Bone.


"Intinya, saya ingin Festival Gau Maraja berlangsung semarak, memberikan dampak nyata bagi masyarakat, serta menjadi sejarah yang membanggakan bagi Kabupaten Bone," tegasnya.


Audiensi tersebut turut dihadiri Tim Ahli Bupati Bone, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, serta jajaran terkait.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi