Pengikut

Translate

,

Gubernur Andi Sudirman Kerahkan Dukungan Penuh, Pencarian 24 Korban KM Nurul Salsa Terus Digencarkan

Tim Redaksi
17 Jul 2026, 7/17/2026 WIB Last Updated 2026-07-17T07:12:21Z


UJUNGPENAMEDIA.COM,MAKASSAR--Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkoordinasi dengan Basarnas Makassar dalam upaya pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar.


Sejak menerima laporan insiden tersebut, Gubernur mengaku langsung mengerahkan dukungan armada bersama Basarnas guna mempercepat pencarian para penumpang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.


"Kami berkoordinasi dan telah mengerahkan kapal bersama Basarnas Makassar. Mohon doanya agar penumpang yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Andi Sudirman, Jumat (17/7/2026).


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya terus melaporkan perkembangan operasi SAR kepada Gubernur Sulsel yang memberikan perhatian penuh terhadap penanganan musibah tersebut.


"Kami berharap sinergi seluruh unsur yang terlibat dapat mempercepat proses pencarian. Tim di lapangan akan terus bekerja maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan," katanya.


Berdasarkan data terbaru Basarnas hingga Kamis (16/7/2026), dari total 74 orang yang berada di dalam KM Nurul Salsa, sebanyak 49 orang berhasil diselamatkan, satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 24 orang lainnya masih dalam pencarian.


KM Nurul Salsa diketahui bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, pada Rabu (15/7/2026) pukul 05.00 WITA. Di tengah perjalanan, kapal mengalami mati mesin di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng.


Proses evakuasi dan pencarian terkendala kondisi cuaca dengan tinggi gelombang mencapai sekitar 2,5 meter, sehingga operasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.


Dalam operasi SAR, berbagai unsur telah diterjunkan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Selayar, KN SAR Kamajaya 104, KRI Marlin, KM Harapan Kita GT 104, serta pesawat Boeing B737-200 TNI AU yang melakukan penyisiran melalui jalur laut dan udara.


Hingga kini, operasi pencarian masih terus berlangsung sesuai Search and Rescue Action Plan (SARMAP) dengan fokus menemukan 24 korban yang masih dinyatakan hilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi