Pengikut

Translate

,

PKM-RSH UNIM Bone Tuntaskan Survei, Teliti Risiko Digital dan Perjudian Daring pada Remaja Berbasis Nilai Bugis

Tim Redaksi
12 Jul 2026, 7/12/2026 WIB Last Updated 2026-07-13T05:17:32Z


UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Muhammadiyah Bone (UNIM Bone) telah menuntaskan tahap survei penelitian bertajuk "Sindrom Risiko Digital Terselubung dan Jebakan Perjudian Daring: Orkestrasi Nilai Lempu, Getteng, Siri' na Pacce dalam Mengatasi Krisis Moral Remaja." Penelitian ini menjadi langkah awal untuk memetakan kondisi remaja dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya risiko paparan konten negatif dan perjudian daring.


Survei dilakukan melalui dua metode, yakni luring (offline) dan daring (online). Untuk survei luring, tim menyasar remaja tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Bone Selatan, meliputi Kecamatan Kahu, Libureng, dan Patimpeng. Kelompok usia tersebut dipilih karena dinilai berada pada fase yang rentan terhadap pengaruh lingkungan digital.


Sebanyak sembilan SMP dengan karakteristik dan kualitas pendidikan yang beragam menjadi lokasi penelitian. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi remaja dari berbagai latar belakang pendidikan.


Sementara itu, survei daring menjangkau responden dari berbagai daerah di Indonesia. Data nasional tersebut digunakan sebagai pembanding untuk melihat fenomena yang terjadi di Kabupaten Bone dengan kondisi remaja di wilayah lain.


Ketua Tim Peneliti, A. M. Mahfud, mengatakan survei merupakan tahapan penting untuk membangun fondasi penelitian sebelum memasuki proses pendalaman data.


"Kami ingin memperoleh gambaran yang utuh mengenai bagaimana remaja berinteraksi dengan dunia digital, risiko-risiko yang mereka hadapi, hingga sejauh mana fenomena perjudian daring berpengaruh terhadap kehidupan mereka. Data ini akan menjadi pijakan dalam menyusun tahapan penelitian berikutnya agar benar-benar sesuai dengan kondisi yang dialami remaja," ujarnya.


Menurut Mahfud, hasil survei tidak hanya akan disajikan dalam bentuk data kuantitatif, tetapi juga menjadi dasar penyusunan pedoman wawancara guna menggali pengalaman remaja secara lebih mendalam. Pendalaman tersebut akan difokuskan pada keterkaitan risiko digital dengan nilai-nilai budaya Bugis, yakni Lempu, Getteng, serta Siri' na Pacce, sebagai fondasi pembentukan karakter.


Anggota tim, Sartika, mengungkapkan tingginya antusiasme responden menjadi modal penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas.


"Kami menemukan bahwa remaja memiliki pengalaman digital yang sangat beragam. Karena itu, fenomena ini perlu dipahami tidak hanya melalui angka-angka survei, tetapi juga lewat cerita dan pengalaman mereka secara langsung. Tahap wawancara nantinya akan menjadi bagian penting untuk melengkapi hasil penelitian," katanya.


Dosen pendamping penelitian, Dr. A. M. Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd., menilai riset ini memiliki nilai strategis karena mengombinasikan kajian terhadap persoalan digital dengan pendekatan berbasis kearifan lokal.


"Penguatan karakter melalui nilai-nilai budaya Bugis menjadi salah satu kekuatan penelitian ini. Kami berharap hasil akhirnya dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, keluarga, maupun pemerintah dalam merumuskan langkah-langkah preventif untuk melindungi remaja dari berbagai risiko digital sekaligus memperkuat karakter mereka di era transformasi digital," tuturnya.


Melalui penelitian ini, Tim PKM-RSH UNIM Bone berharap dapat menghasilkan rekomendasi ilmiah sekaligus model penguatan karakter berbasis nilai Lempu, Getteng, dan Siri' na Pacce sebagai bekal remaja menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital yang terus berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi