Pengikut

Translate

,

Bupati Bone Tinjau Pembibitan Sapi Bali di Bali, Dorong Peternakan Berkualitas dan Berkelanjutan

Tim Redaksi
21 Agu 2026, 8/21/2026 WIB Last Updated 2026-08-21T13:35:16Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE --Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. melakukan kunjungan kerja ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, Jumat (21/8/2026).


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bone mempelajari secara langsung pengelolaan pembibitan dan budidaya sapi Bali guna meningkatkan kualitas serta produktivitas peternakan di Kabupaten Bone.


Bupati Bone yang akrab disapa BupAAS didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Andi Maryam Andi Asman, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bone.


Rombongan disambut Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Dr. drh. I Ketut Wirata, M.Si., Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar, Dr. drh. I Gde Eka Budhiyadnya, M.P., Kepala BPTU-HPT Denpasar drh. I Gusti Putu Ngurah Raka, serta General Manager Corporate Secretary & CSR PT Berdikari, A.S. Hasbi Al Islahi.


BPTU-HPT Denpasar merupakan salah satu lokasi pembibitan dan budidaya sapi Bali dengan luas sekitar 102 hektare dan populasi ternak mencapai ribuan ekor. Pengelolaannya meliputi pemurnian dan pelestarian sapi Bali, pembibitan, hingga penyediaan hijauan pakan ternak.


Dalam kunjungan tersebut, BupAAS bersama rombongan turun langsung meninjau area peternakan. Ia melihat proses pemeliharaan sapi, pengelolaan pakan, hingga sistem penyediaan air yang menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas ternak.


“Kita datang ke sini untuk belajar dan melihat secara langsung bagaimana pengelolaan peternakan, khususnya pembibitan sapi Bali,” ujar BupAAS.


Menurutnya, ketersediaan pakan dan air merupakan faktor utama yang harus diperhatikan dalam pengembangan peternakan.


“Kita ingin beternak bukan hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas. Kualitas bibit dan pengelolaan perkawinan sapi harus kita jaga,” katanya.


BupAAS menilai potensi peternakan di Kabupaten Bone sangat besar. Bahkan, terdapat wilayah yang populasi sapinya lebih banyak dibandingkan jumlah penduduknya, salah satunya Kecamatan Libureng.


Ia menegaskan, peternakan sapi menjadi salah satu sumber mata pencaharian penting masyarakat Bone setelah sektor tanaman pangan.


“Di Bone, setelah padi dan jagung, sapi menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat. Karena itu, kita ingin peternakan dikembangkan lebih baik agar berdampak pada peningkatan kesejahteraan peternak,” jelasnya.


Kunjungan ke BPTU-HPT Denpasar diharapkan menjadi referensi bagi Pemkab Bone dalam mengembangkan sistem pembibitan, meningkatkan kualitas indukan, mengoptimalkan pengelolaan pakan, serta membangun tata kelola peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan.


BupAAS menilai pengembangan peternakan tidak cukup hanya dengan meningkatkan jumlah populasi ternak. Peningkatan mutu ternak juga harus menjadi perhatian agar mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.


“Harapannya, apa yang kita pelajari di sini bisa diterapkan di Bone untuk meningkatkan kualitas sapi dan kesejahteraan peternak,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi