Pengikut

Translate

,

Mahasiswa KKN Unhas Dorong UMKM Go Digital, Fasilitasi Pembuatan QRIS bagi Pelaku Usaha di Desa Tasiwalie

Tim Redaksi
4 Agu 2026, 8/04/2026 WIB Last Updated 2026-08-05T02:42:41Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,PINRANG--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk Digitalisasi Pembayaran UMKM melalui Pembuatan QRIS bagi pelaku usaha di Desa Tasiwalie, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Kamis (6/8/2026).


Program ini merupakan bentuk dukungan terhadap transformasi digital di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penerapan sistem pembayaran non-tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Kegiatan tersebut bertujuan mempermudah pelaku usaha menerima pembayaran secara digital sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital di tengah masyarakat.


Penanggung jawab kegiatan, Muh. Farhan As'ad, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi.


"Melalui program ini, kami ingin membantu pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan sistem pembayaran digital yang lebih praktis, aman, dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Dengan adanya QRIS, diharapkan transaksi menjadi lebih mudah bagi penjual maupun pembeli sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan usaha," ujarnya.


Pelaksanaan program diawali dengan pendataan dan identifikasi pelaku UMKM yang belum memiliki QRIS. Selanjutnya, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai manfaat pembayaran digital, persyaratan pendaftaran, hingga pendampingan langsung dalam proses pembuatan akun dan penerbitan QRIS.


Setelah QRIS diterbitkan, para pelaku usaha juga dibekali edukasi mengenai tata cara penggunaan, penerimaan transaksi, serta pentingnya menjaga keamanan dalam bertransaksi secara digital.


Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa KKN berhasil memfasilitasi pembuatan QRIS bagi tiga pelaku UMKM yang berasal dari tiga dusun berbeda di Desa Tasiwalie, dengan masing-masing satu pelaku usaha di setiap dusun.


Keberhasilan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas penerapan sistem pembayaran digital di lingkungan desa serta mendorong lebih banyak pelaku UMKM memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya.


Selain mempermudah transaksi, penggunaan QRIS diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM, memperluas jangkauan layanan kepada konsumen, serta mendukung terwujudnya ekosistem ekonomi digital yang inklusif di Desa Tasiwalie.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi