Pengikut

Translate

,

Wabup Bone Hadiri Rakor Bioethanol Nasional, Potensi Lahan Pertanian Mulai Dipetakan

Tim Redaksi
20 Sep 2026, 9/20/2026 WIB Last Updated 2026-09-21T04:47:55Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,JAKARTA--Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Program Khusus Pemerintah untuk Bioethanol yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta, Senin (21/9/2026).


Rakor tersebut dipimpin langsung Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dan diikuti sejumlah kepala daerah yang diundang untuk membahas pengembangan program bioethanol nasional.


Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas pengembangan bioethanol dengan memanfaatkan sejumlah komoditas pertanian sebagai bahan baku, seperti tebu, jagung, dan ubi kayu.


Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan sumber energi alternatif sekaligus mendorong pemanfaatan potensi sektor pertanian di berbagai daerah.


Dalam forum itu, pemerintah daerah diminta menyampaikan data dan informasi terkait potensi lahan yang dapat dikembangkan untuk tanaman tebu, jagung, dan ubi kayu sebagai bahan baku bioethanol.


Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, mengatakan Kabupaten Bone memiliki potensi pertanian yang cukup besar sehingga perlu dipetakan dan dikembangkan untuk mendukung program pemerintah pusat.


“Bone memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas. Karena itu, kami siap mendukung program pemerintah pusat dengan melakukan pemetaan potensi lahan, terutama yang dapat dikembangkan untuk komoditas bahan baku bioethanol,” ujar Andi Akmal.


Menurutnya, pengembangan bioethanol tidak hanya berkaitan dengan sektor energi, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan petani jika dikelola secara terintegrasi.


“Kita berharap program ini dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Tentu harus dilakukan dengan perencanaan yang matang, pemetaan lahan yang tepat, serta memperhatikan kepentingan dan produktivitas pertanian masyarakat,” katanya.


Andi Akmal menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bone akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menindaklanjuti hasil rakor, khususnya dalam penyediaan data potensi lahan dan komoditas pertanian yang dapat mendukung pengembangan bioethanol.


“Kami di daerah siap bersinergi dengan pemerintah pusat. Potensi yang ada di Bone akan kita identifikasi dan dorong agar dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi