Pengikut

Translate

,

HKTI Sulsel Didorong Jadi Penggerak Transformasi Pertanian, Perkuat Akses Petani ke Teknologi dan Pasar

Tim Redaksi
4 Okt 2026, 10/04/2026 WIB Last Updated 2026-10-05T03:38:16Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,MAKASSAR-- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memperkuat perannya dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani.


HKTI diharapkan tidak hanya menjadi organisasi, tetapi mampu hadir sebagai mitra strategis petani dalam membuka akses terhadap teknologi, permodalan hingga pasar.


Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, saat mendampingi Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Sulawesi Selatan periode 2026–2031.


Kegiatan yang dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulsel tersebut berlangsung di Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (4/10/2026).


Andi Winarno mengatakan, HKTI harus mampu menjadi wadah yang menyerap aspirasi petani sekaligus membantu mencarikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.


"HKTI harus hadir di tengah-tengah petani. Bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai mitra yang mampu menyerap aspirasi, membantu mencari solusi, memperkuat kelembagaan petani, serta membuka akses terhadap teknologi, permodalan, dan pasar," kata Andi Winarno.


Menurutnya, penguatan kelembagaan petani menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong petani agar tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga mampu berkembang sebagai pelaku usaha.


Karena itu, pengurus HKTI Sulsel diharapkan memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat petani serta memperjuangkan kepentingan mereka secara nyata.


"Musyawarah daerah ini hendaknya menjadi momentum untuk menghasilkan kepengurusan yang solid dan program kerja yang benar-benar menjawab kebutuhan petani," ujarnya.


Andi Winarno juga mendorong HKTI Sulsel membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.


Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding mengatakan, konsolidasi organisasi di daerah harus diikuti dengan program kerja yang mampu menjawab berbagai tantangan sektor pertanian.


Ia menyebut, hasil Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 HKTI telah menetapkan lima agenda transformasi pertanian.


Kelima agenda tersebut meliputi penguatan kapasitas petani, kaderisasi dan regenerasi petani, penguatan kelembagaan ekonomi petani, perluasan akses pasar dan ekspor, serta penguatan peran HKTI sebagai organisasi yang solutif.


"Lima agenda transformasi pertanian ini menjadi bagian dari arah kerja HKTI," kata Karding.


Menurutnya, penguatan organisasi harus berjalan seiring dengan pengembangan teknologi, hilirisasi produk lokal, peningkatan daya saing, serta perlindungan sumber daya alam.


Adapun pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Selatan yang baru dilantik berasal dari berbagai latar belakang, termasuk kepala daerah, legislator, dan tokoh daerah.


Pelantikan pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Selatan tersebut dirangkaikan dengan Musda DPD HKTI Sulsel. Kegiatan dibuka oleh Abdul Kadir Karding selaku Sekretaris Jenderal DPN HKTI sekaligus Kepala Badan Karantina Indonesia. (*)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi